Novel

Chapter 9: Rahasia yang Terbongkar

Aruna berhasil membalikkan situasi dalam rapat direksi dengan membongkar bukti keterlibatan Maya dalam evakuasi aset keluarga. Dengan dukungan publik Bramantyo, Aruna mengukuhkan posisinya sebagai mitra setara, sementara keluarga Adinata terpojok oleh bukti yang ia pegang.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Rahasia yang Terbongkar

Ruang rapat utama Adinata tidak pernah terasa sedingin ini. Udara di dalam ruangan itu seolah disedot keluar oleh ketegangan yang menggantung di antara dinding marmer dan meja mahoni panjang. Aruna duduk di sisi kanan Bramantyo, jemarinya yang terampil memutar pena perak di atas map kontrak revisi—sebuah simbol kekuasaan baru yang ia rebut dengan harga mahal.

Di seberang meja, Maya duduk dengan bahu yang sengaja dibuat melorot, matanya berkaca-kaca, menatap Bramantyo dengan tatapan yang dulu mungkin akan meluluhkan hati pria mana pun. Namun, Bramantyo bahkan tidak meliriknya. Fokusnya tertuju pada dokumen di depan Aruna.

"Aku tidak bermaksud meninggalkan kalian," suara Maya memecah keheningan, serak dan penuh drama. "Aku hanya... aku takut. Mereka menekanku untuk menandatangani dokumen yang tidak kupahami. Aku kembali untuk memperbaiki semuanya."

Aruna meletakkan penanya. Bunyi denting logam di atas meja terdengar seperti tembakan di ruangan yang sunyi itu. "Memperbaiki, atau memastikan tidak ada jejak yang tersisa?"

"Aruna, jaga bicaramu," potong Ayah Aruna, wajahnya memerah karena amarah yang tertahan. "Maya adalah pewaris sah. Kehadirannya di sini adalah solusi bagi kekacauan yang kau buat dengan kontrak pernikahanmu itu."

Bramantyo akhirnya mengangkat wajah. Tatapannya dingin, terukur, dan mematikan. "Kontrak itu sah, dan Aruna memegang hak veto atas setiap aset yang sedang kalian audit. Jika ada yang harus meninggalkan ruangan ini, itu bukan istri saya."

Aruna menarik napas panjang, merasakan detak jantungnya yang stabil—sebuah kontras dengan kekacauan di sekitarnya. Ia membuka map hitam di depannya. "Kalian ingin bicara tentang pewaris sah? Mari kita bicara tentang evakuasi aset sistematis yang terjadi enam bulan lalu. Dana yang mengalir ke rekening cangkang di Cayman, yang ternyata memiliki tanda tangan digital yang sama dengan milik Maya."

Ruang rapat mendadak sunyi. Wajah Maya yang tadinya pucat pasi kini berubah menjadi abu-abu. Ia mencoba berdiri, namun kakinya gemetar. "Itu... itu fitnah. Aruna, kau hanya ingin membalas dendam karena kau dibuang!"

"Aku tidak butuh balas dendam," Aruna berdiri, menatap setiap anggota dewan yang mulai saling berbisik. "Aku butuh keadilan atas apa yang kalian curi dari hakku. Bukti ini bukan sekadar angka. Ini adalah pengakuan bahwa kalian semua, termasuk pewaris kesayangan kalian, telah menguras perusahaan ini dari dalam."

Bramantyo berdiri, memberikan dukungan fisik yang membuat posisi Aruna semakin tak tergoyahkan. "Audit akan dilanjutkan, dan kali ini, Aruna yang akan memimpin pengawasan. Siapa pun yang keberatan, silakan ajukan pengunduran diri sebelum saya sendiri yang menyerahkan dokumen ini ke pihak berwenang."

Keluarga Adinata terdiam. Mereka tidak lagi melihat Aruna sebagai pengantin pengganti yang bisa dikendalikan, melainkan sebagai ancaman yang memegang kunci kejatuhan mereka.

Di luar ruang rapat, media sudah menunggu. Maya mencoba sekali lagi untuk memutar narasi di depan kamera, namun Aruna melangkah keluar dengan kepala tegak. Saat mikrofon disodorkan ke wajahnya, Aruna tidak memberikan ruang bagi keraguan.

"Tempat yang ditinggalkan?" Aruna menatap kamera, suaranya tajam dan jernih. "Maya tidak meninggalkan tempat itu. Dia menjualnya, dan aku adalah orang yang memegang kwitansi pembayarannya."

Bramantyo berdiri tepat di belakangnya, sebuah tindakan perlindungan publik yang mengirimkan pesan jelas kepada dunia bisnis: Aruna adalah mitra yang ia pilih, dan siapa pun yang menyerang Aruna, menyerang posisinya.

Namun, saat mereka kembali ke mobil, Aruna tahu pertempuran ini baru saja dimulai. Keluarga Adinata tidak akan menyerah begitu saja. Mereka akan melakukan apa pun untuk menyingkirkannya, bahkan jika itu berarti menghancurkan Bramantyo bersama dengannya.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced