Nama Alya Dicabut di Depan Dewan
Alya datang ke rumah keluarga tua membawa surat warisan Nenek Kirana dan berharap mendapat waktu sampai sidang dewan berikutnya. Namun Bibi Sari, Raka, dan para tetua memanfaatkan rapat keluarga untuk mencabut hak bicara Alya secara resmi di depan saksi. Setelah dihina dan dipindahkan ke serambi samping, Alya melihat Nenek Kirana menutup laci arsip yang mencurigakan, lalu bersama Mika menangkap petunjuk bahwa rumah itu menyembunyikan buku utang yang bukan hanya catatan uang, tetapi arsip nama, bantuan, dan pengkhianatan. Di akhir malam, Alya sadar surat warisan itu mungkin kunci ke rahasia yang sengaja disembunyikan, dan ia harus mencari bukti sebelum rapat berikutnya menutup pintu untuk selamanya.