Arsip Tersegel di Meja Marmer
Di rumah keluarga Wijaya pada hari penutupan warisan, Arga diperlakukan seperti tamu tak diundang dan dipaksa duduk di ujung meja marmer. Saat notaris Hendro membawa kembali arsip tersegel yang seharusnya sudah hilang, ketegangan keluarga langsung bocor: Raka terlalu cepat ingin memindahkannya, Ibu Ratih berusaha menutup rapat, dan Arga memilih disiplin daripada ribut. Dengan membaca segel, urutan dokumen, dan reaksi mereka, Arga memaksa pencatatan resmi serta menangkap petunjuk tentang ledger terakhir dan nama notaris yang pernah menutup pengkhianatan lama. Chapter berakhir dengan hook bahwa arsip itu bukan sekadar dokumen warisan, melainkan pintu ke skandal legal yang lebih besar—dan keluarga mulai akan bergerak untuk menguncinya.