Pengkhianatan yang Terencana
Bau dupa yang biasanya menenangkan kini terasa mencekik, bercampur dengan aroma lembap dari dinding-dinding tua Pecinan yang mulai berlumut. Aris berdiri terpaku di depan altar kayu jati keluarga yang berukir naga. Laci rahasia di balik panel kayu itu terbuka, kosong melompong. Tidak ada buku besar. Tidak ada catatan transaksi yang selama ini menjadi satu-satunya pelindung sekaligus belenggu bagi nyawanya.
Jari Aris menyentuh tepian kayu yang kasar. Di atas permukaan debu yang tersisa di dasar laci, terdapat bekas seretan yang jelas—tanda seseorang baru saja mengambilnya dengan terburu-buru. Sisa abu dupa di lan
Preview ends here. Subscribe to continue.