Jaringan yang Terurai
Bau dupa di ruang kerja mendiang ayahnya sudah menempel di kulit Aris seperti utang yang tak terbayar. Ia berdiri di depan brankas besi tempa yang tertanam rapat di dinding, kunci perak dari balik altar terasa licin di telapak tangannya yang basah. Logam dingin itu kontras dengan panas yang merayap naik di tengkuknya.
Ia memasukkan kunci. Bunyi klik pelan bergema, lalu pintu besi berderit terbuka. Tumpukan surat ancaman dan daftar nama tersusun rapi di dalamnya. Tidak ada uang. Hanya bukti bahwa ibunya, L.M., adalah arsitek utama jaringan utang ini.
Langkah cepat terdengar di ko
Preview ends here. Subscribe to continue.