Novel

Chapter 5: Pengakuan di Bawah Hujan

Aris mengonfrontasi Tante Mei dan mendapatkan pengakuan bahwa kematian ayahnya adalah pembunuhan terencana. Aris menemukan gudang pelabuhan kosong, namun berhasil menemukan ledger asli di toko kain yang mencantumkan namanya sebagai penjamin utama, menjadikannya target langsung sindikat.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Pengakuan di Bawah Hujan

Hujan di Pecinan bukan sekadar cuaca; ia adalah tirai yang menyembunyikan jejak. Aris berdiri di sudut ruang belakang toko kain, jemarinya mencengkeram kunci kuningan hingga logam dingin itu membekas di telapak tangan. Di hadapannya, Tante Mei duduk membeku, matanya terpaku pada retakan di dinding yang kini terbuka—sebuah celah yang seharusnya tetap menjadi rahasia keluarga.

"Ayah tidak mati karena serangan jantung, Tante," suara Aris datar, namun sarat dengan tekanan yang ia kumpulkan selama berhari-hari. "Kunci ini bukan untuk brankas toko. Ini kunci gudang pelabuhan. Dan ledger yang dicari Koko Hendra bukan sekadar buku utang. Itu daftar nama orang-orang yang membayar Ayah untuk menghapus dosa mereka dari catatan hukum."

Tante Mei membuang muka, jari-jarinya yang gemetar meremas ujung cheongsam yang sudah pudar. "Kamu tidak tahu apa yang sedang kamu gali, Aris. Ada garis tipis antara kehormatan keluarga dan kehancuran total. Jika ledger itu sampai ke tangan yang salah, seluruh komunitas ini akan runtuh."

"Komunitas ini sudah runtuh sejak Ayah dijadikan tumbal," potong Aris, melangkah mendekat hingga bayangannya menelan tubuh wanita tua itu. "Katakan padaku siapa yang memerintahkannya. Apakah Koko Hendra yang menarik pelatuknya, atau ada tangan lain di balik jaring ini?"

Pengakuan itu pecah di antara isak yang tertahan. Tante Mei akhirnya mengakui bahwa kematian ayahnya bukanlah kecelakaan, melainkan eksekusi terencana karena ayahnya mencoba membongkar jaringan bankir bayangan yang mengikat komunitas. Aris tidak menunggu penjelasan lebih lanjut. Ia berbalik, melangkah keluar ke jalanan Pecinan yang basah kuyup, membiarkan gerimis malam menusuk kulitnya yang panas karena amarah.

Saat menyusuri lorong di balik etalase toko tekstil yang tutup, Aris merasakan sepasang mata menatapnya tajam dari kegelapan. Ia berhenti di depan genangan air, berpura-pura memeriksa pantulan kaca. Di balik tirai toko yang terangkat sedikit, seseorang menghilang ke dalam bayang-bayang. Itu adalah pola gerakan seseorang yang tumbuh di sini, seseorang yang tahu persis ke mana harus bersembunyi. Penguntitnya bukan orang luar; ia adalah bagian dari jaringan yang selama ini dilindungi.

Aris segera menyelinap ke gudang pelabuhan Blok C. Bau amis air laut bercampur aroma oli tua menyambutnya. Dengan jantung berdegup kencang, ia memasukkan kunci kuningan ke lemari besi di sudut ruangan yang tertutup terpal lusuh. Namun, saat pintu besi itu berderit terbuka, napasnya tercekat. Lemari itu kosong. Di dasarnya, hanya tergeletak selembar kertas putih dengan tinta hitam yang tajam: “Yang kau cari sudah berpindah tangan, Aris. Jangan merasa dirimu satu-satunya yang memegang warisan ini.”

Kembali ke toko kain, Aris membanting pintu hingga kaca etalase bergetar. Di bawah tumpukan kain brokat yang tidak pernah tersentuh sejak pemakaman ayahnya, ia menemukan kotak kayu kecil berisi ledger bersampul kulit hitam. Namanya tertulis di sana, dalam tinta merah yang masih tampak pekat, di bawah kolom 'Penjamin Utama'.

"Jangan membukanya, Aris," suara Tante Mei memecah kesunyian dari ambang pintu. "Karena kau adalah darah dagingnya. Dan dalam jaringan ini, warisan bukanlah harta, melainkan utang yang harus dibayar dengan nyawa."

Aris menatap deretan angka yang menjerat masa depannya. Ia kini menyadari bahwa ia tidak hanya memegang bukti yang bisa menghancurkan reputasi keluarga, tetapi ia juga telah menjadi target utama jaringan yang kini mulai bergerak dari balik bayang-bayang komunitasnya sendiri.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced