Novel

Chapter 6: Konspirasi Warisan

Aris menyusup ke ruang kerja Mei Ling dan menemukan bukti bahwa Mei Ling memalsukan dokumen untuk kepentingan konsorsium luar. Aris menyadari keluarganya adalah korban, bukan pelaku, dan ia kini memegang bukti krusial yang membuatnya menjadi target buruan utama.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Konspirasi Warisan

Aroma kayu cendana di toko Koh A-Hok biasanya membawa ketenangan, namun malam ini, setiap embusan napas Aris terasa berat oleh debu dan ancaman. Buku kas merah dengan stempel lilin yang retak itu tergeletak di meja jati, terasa lebih berat dari tumpukan emas. Bagi dunia luar, itu hanyalah catatan hutang lapuk. Bagi blok Pecinan, itu adalah napas terakhir dari sistem ekonomi yang menjaga mereka tetap berdiri di atas tanah sendiri.

"Serahkan itu, Aris," suara Koh A-Hok parau, tanpa menoleh dari balik tumpukan guci keramik. Matanya terpaku pada bayangan yang bergerak di luar jendela toko. "Mei Ling tidak akan berhenti. Dia punya tangan-tangan yang tidak terlihat di seluruh blok ini. Jika buku itu jatuh ke tangannya, identitasmu akan terkubur bersama hutang-hutang yang kau coba hindari selama ini."

Aris mencengkeram sampul kulit buku itu. "Aku tidak bisa, Koh. Ini bukti hukum untuk membatalkan klaim pengembang dalam tujuh hari. Jika aku menyerah, seluruh komunitas ini akan terusir sebelum minggu berakhir."

Koh A-Hok berbalik, tatapannya menghujam. "Dan bagaimana dengan dirimu? Mei Ling tahu tentang pemecatanmu dari firma hukum di luar negeri. Dia punya bukti bahwa kau kembali bukan karena rindu, tapi karena kau tidak punya tempat lain untuk bersembunyi. Dia akan menghancurkan reputasimu agar tidak ada satu pun tetangga yang percaya padamu."

Aris terdiam. Ia tahu Koh A-Hok benar. Namun, ia juga tahu satu hal yang tidak diketahui Mei Ling: ia telah menemukan catatan tersembunyi di halaman terakhir buku kas yang membuktikan bahwa Mei Ling telah memalsukan akta kematian kerabat jauh untuk melancarkan skema pengambilalihan tanah. Ia harus masuk ke sarang lawan.

Aris menyelinap ke kediaman Mei Ling melalui jendela ventilasi lantai dua. Ruang kerja wanita itu adalah cerminan dari ambisinya—dingin dan teratur. Di bawah, ia mendengar langkah kaki sepatu pantofel yang berat. Pria berjas yang dibawa Mei Ling sedang berbicara dengan nada rendah yang mengancam. Aris tidak membuang waktu. Ia menggeser bingkai foto keluarga di dinding, menemukan kompartemen rahasia yang berisi dokumen asli. Tangannya gemetar saat melihat tanda tangan yang dipalsukan dengan rapi di atas surat kuasa tanah.

"Keluarga Aris bukan arsitek skema ini, Mei Ling. Mereka adalah korban yang dipaksa menjadi tumbal agar konsorsium kita bisa masuk dengan legal," suara pria berjas itu terdengar jelas dari balik lemari arsip tempat Aris bersembunyi. "Jika kau tidak bisa mengambil buku kas itu, maka kau yang akan menggantikan posisinya sebagai pion yang harus disingkirkan."

Aris menahan napas. Kenyataan menghantamnya lebih keras daripada ancaman fisik apa pun. Keluarganya bukan penjahat; mereka adalah korban dari skema perampasan tanah yang jauh lebih besar. Mei Ling pun hanyalah pion yang sedang diperas. Saat mereka lengah, Aris merayap keluar melalui ventilasi, jantungnya berdegup seirama dengan langkah kaki pengejarnya di lorong.

Ia berlari menembus labirin gang sempit Pecinan. Bau amis ikan dan dupa tua menyergapnya, namun ia terus melaju. Di balik jaketnya, buku kas itu menekan rusuknya—sebuah beban yang kini ia terima sebagai tanggung jawab. Ia kini bukan lagi orang asing yang mencari pelarian, melainkan satu-satunya orang yang memegang kunci untuk membatalkan klaim pengembang. Saat ia berhasil meloloskan diri ke jalan utama, ia tahu ia tidak akan pernah bisa kembali ke kehidupan lamanya. Ia adalah buruan, namun untuk pertama kalinya, ia memiliki sesuatu yang sangat berharga untuk diperjuangkan.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced