Novel

Chapter 3: Harga Sebuah Nama

Aris menolak tawaran Mei Ling untuk menjual toko setelah menyadari bahwa buku kas keluarga adalah kunci perlindungan bagi komunitas. Ketegangan memuncak saat kaki tangan Mei Ling melakukan penggerebekan paksa di malam hari, memaksa Aris bersembunyi di gudang dengan buku kas tersebut.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Harga Sebuah Nama

Aroma kayu cendana di toko barang antik milik keluarga Aris kini tak lagi menenangkan; ia mencekik. Di balik meja kasir kayu jati yang sudah menghitam dimakan usia, Aris menatap map kulit di depannya. Di sampingnya, tumpukan buku kas bersampul merah—dokumen yang memuat daftar hutang budi dan finansial seluruh pedagang di blok ini—terasa lebih berat daripada sekadar kertas. Ia bukan lagi sekadar pewaris; ia adalah penanggung jawab atas napas ekonomi komunitas ini.

"Ini kesempatan terakhirmu, Aris," suara Mei Ling memecah keheningan. Sepupunya itu berdiri tegak, mengenakan setelan sutra yang tampak terlalu klimis untuk debu Pecinan. Di sampingnya, seorang pria berjas abu-abu dengan mata sedingin es menyapu ruangan, seolah sedang menghitung nilai bongkaran bangunan. "Tanda tangani surat pelepasan hak ini. Konsorsium akan memberimu kompensasi yang cukup untuk kembali ke kehidupanmu yang nyaman di luar sana. Jangan biarkan dirimu terkubur bersama puing-puing sejarah yang sudah tidak punya nilai ekonomi ini."

Aris mencengkeram tepi meja hingga buku jarinya memutih. Jika ia menandatangani map itu, toko ini akan rata dengan tanah, dan sistem yang menopang kehidupan orang-orang seperti Koh A-Hok akan runtuh seketika. "Kompensasi?" Aris tertawa getir. "Atau uang tutup mulut untuk menghancurkan fondasi ekonomi blok ini?"

Mei Ling menyipitkan mata. "Jangan sok suci. Kau hanya orang asing yang baru datang kembali. Tanda tangani, atau kau akan kehilangan segalanya tanpa sepeser pun."

"Aku masih perlu memeriksa inventaris," jawab Aris dingin, memicu seringai tipis yang sarat ancaman dari pria berjas di samping Mei Ling. Mereka akhirnya pergi, meninggalkan udara yang terasa lebih tipis.

Aris melangkah keluar toko. Di seberang jalan, Koh A-Hok berdiri di depan tokonya, jemarinya yang kurus gemetar memainkan abakus. Tatapan pria tua itu tertuju pada tas kerja Aris yang berisi buku kas bersampul merah. "Jangan biarkan mereka melihatmu ragu, Aris," gumam Koh A-Hok. "Di sini, keraguan adalah undangan bagi serigala."

Aris melihat Pak Tua Tan, pedagang kelontong yang biasanya ramah, kini menunduk dalam-dalam saat ia melintas. Ada ketakutan nyata di sana—bukan karena hutang uang, tapi karena status Aris sebagai pemegang kendali atas nasib mereka. Aris menyadari: ia bukan lagi orang luar. Ia adalah pelindung yang belum siap.

Kembali ke ruang belakang yang penuh dupa, Aris mendesak Koh A-Hok. "Jelaskan padaku. Mengapa mereka begitu menginginkan buku ini?"

"Stempel merah ini adalah janji," jawab Koh A-Hok, menutup buku itu dengan bunyi debuman keras. "Setiap goresan tinta di sini adalah nyawa. Mei Ling tidak membawa investor, dia membawa eksekutor. Pria itu tidak tertarik pada properti, dia tertarik pada daftar hutang yang kau pegang. Sekali mereka menguasai buku ini, mereka akan memeras setiap pedagang di blok ini sampai hancur."

Koh A-Hok menyerahkan kunci gudang arsip. "Ini rahasia terbesar keluarga. Jika kau siap menukar masa depanmu demi integritas mereka, maka masuklah."

Saat Aris menyelinap ke gudang untuk memverifikasi dokumen lama di tengah malam, lampu neon di depan toko berkedip sekali, lalu mati. Suara langkah kaki sepatu pantofel yang teratur memecah kesunyian. Braak! Pintu depan toko didobrak paksa. Aris terjebak di dalam gudang, memeluk buku kas itu erat-erat. Ia mendengar suara perabotan kayu yang dihancurkan dan teriakan kasar dari para kaki tangan Mei Ling. Ia tidak bisa lari. Jika mereka menemukan buku ini, sejarah dan nyawa komunitas ini akan tamat di tangan mereka.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced