Harga Sebuah Perlindungan
Suara debuman tangan di atas meja mahoni ruang kerja Bramantya menembus pintu yang tertutup rapat, menghentikan langkah Aruna di koridor. Ia mematung, memegang nampan kopi yang baru saja ia siapkan—sebuah upaya kecil untuk menembus dinding dingin di antara mereka.
"Keputusanmu menikahi wanita itu bukan hanya tindakan gegabah, Bram. Itu adalah bunuh diri korporat," suara berat Pak Gunawan, ketua dewan direksi, terdengar tajam. "Investor utama kita, konsorsium dari Singapura, baru saja menarik diri. Mereka tidak ingin dana mereka dikaitkan dengan skandal pencucian uang yang menyeret istrimu."
Aruna menahan napas. Skandal itu. Ia p
Preview ends here. Subscribe to continue.