Ballroom yang Membara
Lampu kristal di Grand Ballroom Hotel Jakarta bukan sekadar penerangan; itu adalah lampu interogasi yang membedah setiap inci pertahanan Aruna. Di tengah kerumunan elit yang haus akan skandal, denting gelas sampanye terdengar seperti lonceng kematian bagi reputasinya.
"Jadi, benar adanya bahwa Aruna telah menyalahgunakan dana yayasan untuk menutupi hutang keluarga?" Suara Aditama membelah ruangan, tajam dan penuh kemenangan. Ia berdiri di tengah lingkaran tamu, melambai-lambaikan dokumen yang seharusnya bersifat rahasia.
Aruna merasakan dingin meram
Preview ends here. Subscribe to continue.