Novel

Chapter 12: Chapter 12

Aris berhasil memanipulasi data sistem untuk meloloskan diri dari kejaran Vanya di Lantai 4 dengan mengorbankan sisa memori Kael. Ia berhasil meretas gerbang puncak, mengungkap kebenaran sistem ke publik, dan kini menghadapi tantangan terakhir: menghadapi arsitek menara.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Chapter 12

Lampu neon di ambang gerbang Lantai 4 berdenyut liar, memancarkan warna merah darah yang menandai Aris sebagai 'Buruan Utama' di papan skor publik. Sisa waktu akses sistem tertulis dengan kejam: 03:45. Sensasi dingin merambat di tengkuk Aris—bukan karena hawa menara, melainkan karena ia tahu setiap koordinat langkahnya kini disiarkan ke seluruh pemburu di lantai ini.

"Hentikan detak itu, Kael," desis Aris. Ia mencengkeram kerah jaket Kael, memaksa informan itu menatapnya. Mata Kael berkabut, pupilnya bergetar hebat akibat virus memori yang telah Aris tanamkan di saraf pusatnya. Kael terbatuk, darah segar mengalir dari sudut bibirnya.

"Sistem ini terhubung langsung ke inti pusat, Aris," rintih Kael. "Jika aku mencoba memalsukan data, deteksi otomatis akan menghapus kita berdua sebelum kita sempat bernapas."

"Lakukan sekarang, atau aku akan menghapus memori tentang bagaimana cara bernapas dari otakmu," ancam Aris dingin. Ia tidak punya waktu untuk negosiasi. Vanya dan pasukannya kemungkinan besar sudah berada di lift transmisi. Kael gemetar, jemarinya yang kurus menari di atas konsol portabel. "Aku akan membuat noise data. Aku akan memecah sinyalmu menjadi ribuan fragmen palsu yang tersebar ke Sektor 7. Tapi ini akan membakar sisa memori fungsional terakhir yang kupunya."

Sinyal pelacak di papan skor berkedip tidak stabil, lalu menghilang. Aris tidak menunggu. Ia berlari menyusuri koridor Sektor 4, meninggalkan Kael yang kini terhuyung, kehilangan kewarasan akibat virus memori yang ia tanam. Suara langkah Vanya bergema di lorong, dingin dan terukur. Aris memicu ledakan data dari sistem Kael yang terkontaminasi, menciptakan dinding statis biru elektrik yang memisahkan dirinya dari pengejar. Vanya terpaksa berhenti, lengannya terangkat untuk melindungi antarmuka sistemnya dari korupsi data yang meluap.

Aris memanfaatkan jeda itu untuk menyelinap ke Rute Terlarang. Di depannya, gerbang puncak menjulang dengan ukiran kode kuno yang menuntut otorisasi tingkat tinggi. Ia menempelkan telapak tangan.

[ERROR: KREDENSIAL TIDAK VALID. DIBUTUHKAN PENGORBANAN MEMORI OTONOM]

Aris tidak ragu. Ia sudah kehilangan masa kecilnya—wajah ibunya, aroma pasar di distrik bawah—semuanya telah lenyap, digantikan oleh kode-kode dingin yang kini mengalir di nadinya. Ia mendorong sisa energi sistem yang ia curi ke dalam inti gerbang, meretas protokol verifikasi dengan virus memori miliknya sendiri.

Gerbang terbuka dengan raungan logam yang memekakkan telinga. Aris berdiri di ambang kebebasan, menatap cakrawala dunia luar yang mengerikan, sementara menara di sekelilingnya mulai runtuh. Ia mengunggah kebenaran manipulasi menara ke papan skor publik, menghancurkan ilusi peringkat elit. Menara bergetar hebat. Aris berdiri di puncak, namun di depannya, gerbang terakhir menuntut pertarungan langsung melawan arsitek sistem. Ia kini bukan lagi sekadar buruan; ia adalah anomali yang telah meretas hukum pendakian itu sendiri.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced