Novel

Chapter 11: Terobosan Menara

Kael berhasil menembus gerbang puncak Menara setelah memicu kerusakan sistem massal di akademi. Di tengah kejaran Dewan Akademi dan Aris, ia memilih untuk meninggalkan sistem peringkat yang korup dan melangkah menuju entitas pengawas Menara, membuka babak baru di luar batasan akademi.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Terobosan Menara

Layar sistem di retina Kael berkedip merah, menampilkan angka yang terasa seperti vonis mati: Akses Pemulihan Terkunci: 21 Jam Tersisa.

Di depannya, inti lantai Ujian Kematian telah hancur, menyisakan puing-puing data yang mengapung seperti debu bercahaya. Gerbang puncak—yang selama ini dianggap mitos oleh para siswa akademi—kini terbuka lebar, memancarkan aura dingin yang menekan paru-paru. Di balik ambang pintu itu, sesuatu yang masif bergerak. Bukan monster, melainkan entitas pengawas yang menjaga struktur Menara tetap tertutup bagi mereka yang tidak terpilih.

"Kau bukan sekadar bug," suara entitas itu menggema, bukan di udara, melainkan langsung di dalam sumsum tulang Kael.

Kael mencengkeram lengan kirinya. Artefak Lantai 10 yang terintegrasi di sana terasa panas, membakar jaringan ototnya sebagai harga atas kekuatan yang ia pinjam. Ia tidak punya waktu untuk memulihkan diri. Di koridor belakang, derap langkah pasukan elit Dewan Akademi semakin dekat. Aris memimpin barisan itu, wajahnya pucat pasi, matanya penuh dengan kebencian yang dipicu oleh rasa takut.

"Kael!" Aris berteriak, suaranya parau. "Sistem pemulihanmu terkunci. Kau tidak punya energi tersisa untuk melawan. Menyerahlah sebelum kami menghapus datamu secara permanen!"

Kael tidak menoleh. Ia menempelkan telapak tangannya ke dinding gerbang yang bergetar. Ia tidak sedang melarikan diri; ia sedang melakukan sinkronisasi. Dengan sisa energi yang ia miliki, Kael memicu malfungsi sistem yang ia rancang dari fragmen memori Sena.

Ledakan data.

Koridor di belakangnya meledak dalam kilatan cahaya biru. Dinding-dinding akademi yang kokoh retak, menjebak pasukan Aris dalam zona bahaya yang tidak stabil. Kael merasakan koneksinya dengan Menara semakin dalam. Ia bukan lagi sekadar siswa kelas bawah yang berjuang untuk peringkat; ia adalah anomali yang telah meretas inti sistem.

Sena muncul dari balik bayangan, napasnya tersengal. "Kael, berhenti! Jika kau melangkah masuk tanpa akses pemulihan, sistem akan menganggapmu sebagai ancaman eksistensial dan menghapusmu secara total."

Kael menatap Sena, lalu beralih ke gerbang puncak. "Jika aku tetap di sini, aku akan dihapus oleh Dewan. Jika aku masuk, aku memiliki peluang untuk mengendalikan Menara itu sendiri."

Aris berhasil menembus zona ledakan, namun ia berhenti di ambang pintu, tertegun melihat Kael berdiri di depan gerbang puncak. Kael tidak lagi melihat Aris sebagai rival. Aris hanyalah bagian dari sistem yang akan segera usang.

"Peringkatmu tidak berarti apa-apa lagi, Aris," ujar Kael dingin.

Tanpa menunggu jawaban, Kael melangkah masuk ke dalam gerbang. Cahaya putih menyilaukan menelan tubuhnya. Di balik ambang pintu itu, dunia yang jauh lebih luas terbentang—sebuah cakrawala baru yang menanti untuk ditaklukkan. Akademi yang selama ini menjadi penjara bagi Kael kini hanyalah titik kecil di bawah kakinya. Menara bukan lagi tempat untuk dipanjat; itu adalah kunci yang baru saja ia putar.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced