Novel

Chapter 1: Detik Terakhir di Lantai Nol

Kael, siswa peringkat buncit, menghadapi pengusiran dari Akademi Menara. Saat gerbang ujian hampir tertutup, sistem 'rusak' miliknya aktif, memaksanya menempuh rute terlarang yang berbahaya. Ia berhasil mengalahkan penjaga lantai dan menyerap memori pendaki pertama, namun tindakannya memicu alarm keamanan akademi.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Detik Terakhir di Lantai Nol

Gerbang utama Akademi Menara bergetar, memancarkan cahaya biru yang menyusut tajam. Celah masuk yang tadinya selebar gerbang kastil kini hanya menyisakan celah setinggi bahu. Di atas alun-alun, papan peringkat raksasa memamerkan posisi real-time ribuan siswa. Nama Kael berada di urutan ke-9.999—posisi buncit yang secara otomatis memicu protokol pengusiran jika ia tidak segera memasuki Menara sebelum gerbang tertutup.

"Lihat siapa yang mencoba peruntungan di detik terakhir," suara Aris membelah keramaian. Rivalnya itu berjalan santai, dikelilingi oleh pengawal yang memancarkan aura peringkat menengah. Aris berhenti tepat di depan Kael, menatapnya seolah melihat serangga yang tidak sengaja terinjak. "Menara tidak punya ruang untuk sampah, Kael. Kenapa tidak pulang saja dan biarkan keluargamu yang gagal itu beristirahat dengan tenang di kuburan mereka?"

Kael tidak menjawab. Tangannya mengepal hingga buku jarinya memutih. Tiba-tiba, penglihatannya terdistorsi. Sebuah antarmuka transparan yang kasar dan retak muncul di retina matanya, mengabaikan realitas di sekitarnya: [SISTEM RUSAK AKTIF]. [Misi: Menembus Rute Terlarang - Lantai 1]. [Waktu tersisa: 10:00].

Kael tidak membuang waktu. Ia berbalik, meninggalkan jalur utama akademi yang megah. Bau oli bekas dan debu besi menyengat hidung Kael saat ia melompat ke bawah, menjauhi gerbang yang mulai berderit menutup. Aris tertawa di belakangnya, suara yang akan segera teredam oleh kesunyian area pemeliharaan yang terlarang.

CLANG!

Sesosok Mechanical Automaton—penjaga lantai tingkat rendah—muncul dari balik tumpukan pipa. Tubuhnya yang terbuat dari baja berkarat bergetar, mengeluarkan suara gesekan logam yang memekakkan telinga. Tanpa basa-basi, automaton itu mengayunkan lengan hidroliknya. Kael menunduk, namun gesekan logam yang tajam menyayat lengan kirinya. Darah segar menetes ke lantai besi.

Bukannya merasa lemah, Kael merasakan sensasi aneh. Antarmuka di matanya berdenyut merah. [Konversi Rasa Sakit: 5% ke Energi Kinetik]. Rasa sakit di lengannya berubah menjadi aliran energi panas yang mengalir ke otot-ototnya. Kael menerjang maju, menghantam sendi leher automaton tersebut dengan seluruh berat tubuhnya. Logam itu retak, dan Kael berhasil merangsek ke dalam pintu rahasia yang tersembunyi di balik dinding pipa.

Di dalam ruang inti lantai nol, udara berbau logam berkarat dan keputusasaan. Kael terengah-engah. Di retina matanya, sebuah memori pendaki pertama muncul—bukan sekadar kata-kata, melainkan sensasi fisik tentang bagaimana cara memanipulasi aliran energi lantai. Ia menyerap memori itu, merasakan tier kekuatannya bergeser. Namun, sensor akademi mulai berpendar merah.

"Peringatan: Stabilitas rute terdeteksi di bawah 15 persen," suara mekanis dingin bergema. Sensor di sekeliling ruangan mulai berbunyi nyaring, menandakan anomali energi yang ia ciptakan telah terdeteksi. Kael menatap antarmuka sistemnya yang berkedip dengan cahaya biru pucat.

[Waktu tersisa 60 detik sebelum rute tertutup permanen.]

Kael tahu, di luar sana, Aris dan para elit sedang menunggu pengumuman pengusirannya. Ia harus memilih: keluar sekarang dengan kekuatan yang baru ia dapatkan, atau mengambil risiko untuk menarik lebih banyak energi dari memori tersebut sebelum akses disegel selamanya. Sensor akademi semakin melengking, dan Kael bisa merasakan getaran langkah kaki para penjaga yang mulai mendekati area terlarang itu.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced