Novel

Chapter 12: Terobosan Menara

Kaelen berhasil melakukan terobosan Tier 3 di depan Aris dan otoritas akademi, menggunakan artefak kuno untuk mengambil alih kontrol sistem dan mengunci namanya di posisi pertama papan peringkat, sekaligus mengungkap bahwa Menara adalah mesin pengolah kehidupan yang sekarat.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Terobosan Menara

Lantai 12 bergetar. Bukan karena gempa, melainkan karena fondasi Menara yang mengerang di bawah beban anomali yang Kaelen ciptakan. Di hadapannya, Aris terhuyung, belati energinya retak—sebuah pemandangan yang mustahil bagi seorang pewaris elit.

"Mustahil," desis Aris. Suaranya pecah, tenggelam oleh dengungan alarm sensor akademi yang memekikkan frekuensi hard reset. "Kau hanya sampah Sektor Bawah. Bagaimana sistem bisa memberikan akses Tier 3 padamu?"

Kaelen tidak menjawab. Ia menatap panel transparan di sudut penglihatannya. Angka sisa hidupnya berkedip merah: 49 jam, 41 menit, 12 detik. Setiap detak jantungnya adalah mata uang yang ia bayarkan untuk kekuatan ini. Ia bukan lagi pecundang yang bisa diinjak-injak; ia adalah virus yang baru saja mengambil alih kendali sistem.

"Sistem tidak memberikannya padaku, Aris," ujar Kaelen dingin. "Aku mencurinya dari celah yang kalian abaikan selama berabad-abad."

Kaelen mengaktifkan artefak kuno yang ia temukan di lantai terlarang. Ruangan itu melengkung. Hukum gravitasi di zona tersebut terbalik seketika, menarik pasukan elit Aris ke langit-langit dengan kekuatan ribuan ton. Senjata mereka hancur berkeping-keping. Aris mencoba melawan, namun kakinya kehilangan pijakan, tubuhnya terhempas ke atas. Kaelen melesat melewati gerbang transisi yang mulai menyegel diri.

Di koridor transisi, Kaelen tersungkur. Napasnya tersengal. Angka sisa umur berkedip: 48:59:12. Ia menekan telapak tangannya ke dinding yang menyimpan memori lantai terlarang. Aliran data murni merambat masuk, menstabilkan fluktuasi energi Tier 3 miliknya. Angka sisa umurnya berhenti menyusut drastis, berdetak tenang di 49:05:00. Ia baru saja membeli waktu dengan memanen sampah sejarah Menara.

Namun, ketenangan itu semu. Di alun-alun peringkat, layar holografik raksasa berkedip liar. Kaelen berdiri di tengah kerumunan elit yang membeku. Di sudut pandangnya, angka 49:42:00 berdetak mundur dengan kejam.

"Hapus dia!" teriak Aris dari balkon VIP, wajahnya merah padam. "Itu data korup! Sistem sedang terinfeksi!"

Penjaga gerbang dengan armor perak mengepung Kaelen. Sensor akademi mencoba melakukan hard reset pada profilnya. Kaelen tidak menunggu. Ia menempelkan telapak tangannya ke terminal publik. Dengan otoritas dari sistem penguasa, ia tidak lagi meminta izin—ia mengambil alih. Ia menyalurkan energi Tier 3-nya untuk mengunci akses terminal. Input Diterima. Otoritas Admin: Overwritten.

Gelombang kejut digital memancar, mengunci namanya di posisi pertama papan peringkat dunia. Seluruh akademi terdiam. Nama 'Kaelen' kini memuncaki daftar, bersinar dengan warna emas yang tidak pernah terlihat sebelumnya.

Di puncak menara, Kaelen menatap ke atas. Artefak di tangannya berdenyut, menyerap energi dari mesin Menara yang sekarat. Ia kini adalah bagian dari sistem yang ia benci, namun ia memiliki kendali untuk mengubahnya. Di hadapannya, lantai yang jauh lebih tinggi dan lebih gelap menanti, tersembunyi dari mata para elit. Kaelen tidak lagi sekadar pendaki; ia adalah anomali yang siap menelan kegelapan di atas sana.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced