Pengakuan di Penthouse
Notifikasi di ponsel Arini bergetar tiga kali—sebuah simfoni kehancuran yang terukur. Jadwal rapat dewan direksi dimajukan satu jam. Di layar, pratinjau berita yang belum tayang menampilkan foto-foto dari dalam kamar hotel, sudut pandang yang hanya bisa diambil oleh seseorang di dalam ruangan. Narasi tentang pertunangan palsu itu siap menghancurkan reputasi Bramantya sekaligus mengubur sisa martabat Arini.
Arini menutup layar ponselnya. Di atas meja kerjanya, map tipis berisi salinan dokumen suksesi keluarga Bramantya tampak begitu tenang. Ia telah membacanya be
Preview ends here. Subscribe to continue.