Novel

Chapter 11: Pilihan Terakhir

Arini dipaksa memilih saat kontrak pertunangan hampir habis: memperpanjang aliansi palsu atau melepaskannya sepenuhnya. Di tengah tekanan media, bocoran foto hotel, dan syarat suksesi keluarga Bramantya yang menjadikannya jangkar emosional, Arini menantang motif Bramantya, menegaskan haknya untuk menolak, lalu pergi tanpa jawaban sementara membawa salinan dokumen suksesi sebagai leverage. Chapter menutup dengan pilihan yang ditunda, tetapi dengan posisi Arini yang jauh lebih kuat.

Release unit15% free previewIndonesian / Bahasa Indonesia
Preview active

This release is currently served with by_percent · 15 rules.

Upgrade Membership
15% preview Subscribe to continue the serialized release.

Pilihan Terakhir

Pagi di penthouse itu datang seperti putusan yang belum dibacakan: rapi, dingin, dan tak memberi ruang untuk banding. Arini berdiri di ujung meja sarapan yang belum disentuh siapa pun. Di samping piring porselen, ponselnya menyala lagi dengan notifikasi dari asisten: portal bisnis memajang judul baru—nama Arini kembali ditautkan ke “jangkar suksesi.”

Berita itu bukan sekadar gosip. Itu paku terakhir yang menahan reputasinya di papan nama orang lain.

Di seberang meja, Bramantya menutup map krem yang tadi terbuka. Ia tidak minum kopinya; cangkirnya masih penuh, permukaannya utuh seperti belum ada satu pun hal baik yang layak disentuh pagi ini.

“Kontrak habis minggu depan,” katanya. Suaranya datar, tetapi ibu jarinya menekan tepi map seolah kertas di dalamnya punya tajam sendiri. “Aku tawarkan dua jalan. Kita perpanjang enam bulan, atau kita ubah pertunangan ini jadi nyata di depan publik dan dewan.”

Arini menatapnya tanpa berkedip. “Kamu menyebut itu pilihan karena kamu pikir aku masih bisa dibujuk oleh kata yang dibungkus rapi?”

“Tidak.”

Jawaban itu terlalu cepat. Terlalu jujur. Dan justru karena itu, Arini merasa lebih waspada.

Ia menarik ponselnya, mematikan layar yang terus memuntahkan judul-judul yang sama: foto hotel bocor, pengacara yang dikeluarkan dari akses internal, spekulasi tentang siapa yang menjual cerita itu ke media. Nama Bramantya dan namanya sendiri sudah menjadi b

Preview ends here. Subscribe to continue.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced