Novel

Chapter 1: The Contract Clause

Bab 1 membuka dengan Nadia yang baru bercerai menghadapi ancaman Rizal di kantor hukum mengenai warisan dan reputasi. Arga muncul menawarkan kontrak pertunangan palsu sebagai perlindungan sosial dan penetralisir rekaman lama Rizal. Nadia menandatangani kontrak setelah negosiasi tajam, terjebak antara luka pengkhianatan dan kebutuhan bertahan tanpa kehilangan agensi.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

The Contract Clause

Nadia mendorong pintu kaca kantor hukum itu dengan tangan yang masih gemetar. Udara dingin AC menyambutnya, tapi tidak mampu mendinginkan amarah dan rasa malu yang membakar dada. Baru beberapa jam lalu pengumuman perceraiannya tersebar di grup keluarga besar dan chat tetangga. Kini setiap langkah di lantai marmer terasa seperti panggung. Gosip sudah berlari lebih cepat daripada ia bisa bernapas.

Di sudut ruang tunggu, Rizal berdiri tegak, tangan di saku jasnya, mata menyipit menilai. Mantan suaminya itu tidak datang untuk menandatangani surat cerai tambahan. Ia datang untuk mengingatkan bahwa ia masih memegang kendali.

"Nadia," suara Rizal rendah, hampir lembut, tapi setiap kata mengandung ancaman. "Kau pikir ini selesai begitu saja? Warisan ibuku masih terikat nama kita berdua. Reputasi keluarga besar kita juga. Kalau kau terus maju sendirian, nama baikmu akan hancur lebih dulu daripada kau sempat bangkit."

Nadia menegakkan bahu, menahan dorongan untuk mundur selangkah. Luka pengkhianatan Rizal masih menganga—perselingkuhan yang ia temukan sendiri, kebohongan selama dua tahun, dan kini ancaman ini. "Aku di sini untuk memutus ikatan itu, Rizal. Bukan untuk memperpanjangnya."

Rizal melangkah lebih dekat, suaranya turun menjadi bisikan yang hanya untuk telinganya. "Kau kehilangan lebih dari rumah dan rekening. Kau kehilangan perlindungan. Dan aku tidak akan biarkan kau ambil semuanya tanpa perlawanan. Ingat, dokumen-dokumen lama itu masih ada di tanganku."

Nadia merasakan perutnya mual. Warisan, rekaman percakapan lama, foto-foto yang pernah ia anggap pribadi—semua itu senjata yang Rizal simpan dengan rapi. Ia tidak bisa melawan sendirian. Tidak di kota ini, di mana gosip adalah mata uang dan keluarga adalah pengadilan.

Beberapa saat kemudian, pengacara memanggilnya ke ruang pertemuan. Nadia masuk dengan langkah yang lebih mantap dari yang ia rasakan. Di balik meja mahoni mengkilap, Arga sudah duduk. Pria berpengaruh itu mengenakan kemeja putih lengan digulung rapi, jam tangan mahal berkilat pelan di pergelangan tangannya. Matanya tenang, tapi Nadia bisa melihat perhitungan di baliknya.

"Terima kasih sudah datang," kata Arga langsung, tanpa basa-basi. Suaranya dalam, terkendali. "Kita tidak punya banyak waktu sebelum berita ini menyebar lebih luas."

Nadia duduk di kursi kulit di seberangnya. "Tawaranmu... pertunangan palsu. Jelaskan lagi kenapa aku harus percaya ini bukan jebakan baru."

Arga mengeluarkan map tipis berwarna hitam. "Ini bukan romansa, Nadia. Ini kontrak. Aku butuh tameng untuk urusan keluargaku sendiri—tekanan dari pihak ibuku yang ingin aku segera menikah dengan calon pilihan mereka. Kau butuh perlindungan dari Rizal dan gosip yang sudah mulai menghancurkan nama baikmu. Kita saling menguntungkan."

Ia membuka map itu dan mendorongnya ke arah Nadia. "Pasal satu: pertunangan ini akan diumumkan secara publik dalam waktu dekat. Kita harus terlihat sebagai pasangan yang meyakinkan di depan keluarga dan masyarakat. Tidak ada kontak fisik yang tidak perlu, tidak ada pertanyaan pribadi di luar kesepakatan. Durasi enam bulan, bisa diperpanjang jika diperlukan."

Nadia membaca baris demi baris. Setiap kata terasa berat. "Dan jika salah satu pihak melanggar?"

"Denda finansial yang signifikan, dan kerusakan reputasi yang tidak bisa diperbaiki," jawab Arga tanpa ragu. "Tapi ada pasal tambahan yang harus kau ketahui. Rizal menyimpan rekaman percakapan lama kalian—yang bisa ia gunakan untuk menjatuhkanmu di pengadilan warisan. Aku punya akses untuk menetralkannya, tapi hanya jika kita terikat kontrak ini."

Nadia mengangkat wajahnya tajam. Informasi itu seperti tamparan baru. Arga tahu lebih banyak daripada yang ia duga. "Kau menawarkan perlindungan, tapi aku tahu perlindungan seperti ini tidak gratis. Apa yang sebenarnya kau dapatkan?"

Arga bersandar sedikit, tatapannya tidak goyah. "Aku mendapatkan waktu. Dan kau mendapatkan kesempatan untuk bangkit tanpa harus berlutut di depan Rizal. Pilihannya sederhana: tandatangani, atau hadapi kota ini sendirian besok pagi."

Ruangan terasa semakin sempit. Nadia memikirkan ibunya yang sudah mulai menerima telepon bertanya-tanya, teman-teman yang mulai menjauh, dan rekening bank yang menipis karena biaya perceraian. Ia tidak punya banyak pilihan yang bersih. Tapi ia juga tidak mau kehilangan sisa harga dirinya.

Pengacara yang diam sejak tadi akhirnya berbicara, suaranya netral dan profesional. "Setiap kata yang diucapkan di ruangan ini dapat menjadi bukti di kemudian hari. Saya sarankan Anda membaca ulang pasal penalti sebelum menandatangani."

Nadia menatap Arga sekali lagi. Di balik ketenangan pria itu, ia melihat sesuatu yang mirip dengan tekanan yang sama—rahasia yang tidak ia ungkapkan. Bukan belas kasihan, melainkan perhitungan yang dingin tapi jujur.

Ia mengambil pena. Tangan Nadia tidak gemetar lagi saat ia menandatangani halaman demi halaman. Arga melakukan hal yang sama setelahnya, gerakannya cepat dan tegas.

Saat tinta mengering, Nadia merasakan beban baru yang aneh—bukan hanya ikatan hukum, tapi juga janji perlindungan yang mahal. Di luar ruangan ini, gosip sudah berputar lebih kencang. Besok pagi nama mereka akan menjadi berita. Dan Arga telah berjanji akan menjadi tameng, meski tameng itu sendiri bisa menjadi pedang.

Arga berdiri, merapikan jasnya. "Mulai sekarang, kita tidak lagi asing. Tapi ingat, Nadia—ini baru permulaan."

Nadia mengangguk pelan. Luka lama masih terasa, tapi untuk pertama kalinya sejak perceraian, ia merasa tidak sepenuhnya sendirian. Meski perlindungan ini datang dengan harga yang belum sepenuhnya ia pahami.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced