Novel

Chapter 3: Pembalikan di Balai Lelang

Arjuna berhasil menggagalkan tender Siska di balai lelang dengan mengungkap bukti korupsi, menghancurkan reputasi Siska di depan para investor. Setelah kemenangan tersebut, Pak Darma memberikan peringatan bahwa musuh yang lebih besar kini mulai mengincar Arjuna.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Pembalikan di Balai Lelang

Balai Lelang Metropolis bukan sekadar ruang pertemuan; ini adalah altar tempat martabat dikorbankan demi angka di atas kertas. Aroma kayu cendana yang mahal beradu dengan keringat dingin para spekulan. Di tengah panggung, Siska berdiri dengan gaun sutra yang tampak seperti baju zirah, menebarkan senyum kemenangan. Ia merasa aman. Baginya, tender rumah sakit ini hanyalah formalitas untuk mengukuhkan dominasi keluarganya.

Namun, di balik topeng itu, jemari Siska gemetar. Ponselnya terus bergetar—pesan anonim berisi tangkapan layar transaksi perusahaan cangkangnya telah menghancurkan rasa percaya dirinya. Ia melirik jam dinding. Handoko, auditor internal yang ia percayai, seharusnya sudah memusnahkan bukti itu. Namun, Handoko justru berdiri di sudut ruangan, wajahnya pucat pasi, menghindari tatapan Siska seolah-olah ia sedang melihat hantu.

Arjuna melangkah masuk. Ia tidak lagi mengenakan seragam administrasi yang lusuh. Setelan jasnya sederhana namun tajam, seolah membelah kerumunan elit yang memandangnya dengan tatapan meremehkan. Baginya, ruangan ini bukan lagi tempat ia diinjak-injak, melainkan medan eksekusi.

"Proyeksi pertumbuhan kami stabil di angka dua puluh persen," suara Siska bergema di mikrofon, berusaha menutupi kepanikan yang mulai merayap. "Investasi ini adalah masa depan bagi sektor kesehatan kota kita."

Arjuna tidak membuang waktu. Ia berjalan lurus menuju podium, mengabaikan bisik-bisik sinis para investor yang mengenalnya sebagai 'menantu tidak berguna'. Saat ia berdiri tepat di depan Siska, keheningan yang tidak wajar menyebar. Siska membeku. Mikrofon di tangannya bergetar.

"Arjuna? Apa yang kau lakukan di sini? Ini bukan tempat untuk pelayan rendahan!" desis Siska, suaranya pecah oleh amarah dan ketakutan.

Arjuna tidak menjawab. Ia menyerahkan map tebal berisi bukti pencucian uang dan manipulasi tender langsung ke tangan Ketua Dewan Direksi. "Sebelum palu diketuk, Tuan Ketua, mungkin Anda ingin memeriksa ini. Sebuah catatan kecil tentang bagaimana tender ini sebenarnya dimenangkan."

Ketua Dewan membuka map itu. Wajahnya yang semula tenang berubah menjadi merah padam. Ia menatap Siska dengan tatapan yang bisa menghancurkan karier siapa pun. "Nona Siska, jelaskan ini. Apa maksud dari transaksi fiktif dengan perusahaan cangkang ini?"

Ruangan gempar. Investor mulai menarik diri, berbisik tentang skandal yang akan meruntuhkan reputasi keluarga Siska. Siska mencoba menyangkal, namun Arjuna memberi isyarat kecil. Handoko melangkah maju, memberikan kesaksian yang mengunci nasib Siska. Kontrak tender dibatalkan di tempat. Siska jatuh terduduk, menyadari seluruh aset keluarganya kini terancam disita oleh otoritas pusat.

Arjuna keluar dari gedung dengan langkah tenang. Di sudut parkiran yang tersembunyi, Pak Darma menunggunya di samping sedan hitam. Arjuna berdiri tegak, auranya berubah drastis—bukan lagi menantu yang dianggap tidak berguna, melainkan seorang penguasa yang baru saja mengambil kembali haknya.

Pak Darma keluar dari mobil, lalu membungkuk dalam—sebuah gestur penghormatan yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun di kota ini.

"Langkah pertama telah berhasil, Tuan Muda," suara Darma rendah, sarat dengan ketegangan yang tertahan. "Namun, keluarga Siska hanyalah cabang kecil. Mereka yang berada di hierarki atas, mereka yang memegang kendali sebenarnya atas tender rumah sakit, kini mulai mengarahkan mata mereka kepada Anda."

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced