Menulis Ulang Masa Depan
Bau hangus kertas yang terbakar masih tertinggal di udara apartemen, bercampur dengan aroma kopi pahit yang mendingin di atas meja. Arini berdiri di dekat jendela, menatap sisa-sisa kontrak pertunangan palsu mereka yang kini hanya berupa abu hitam di dalam asbak kaca. Di atas meja kayu itu, Adrian meletakkan sebuah map kulit biru tua—dokumen warisan yang telah ia revisi secara sepihak, menyertakan nama Arka sebagai ahli waris sah.
"Ini bukan lagi tentang klausul eksklusivitas, Arini," suara Adrian rendah, tajam memotong keheningan. "Kontr
Preview ends here. Subscribe to continue.