Novel

Chapter 12: Chapter 12

Raka Aditya berhasil mencapai efisiensi 97,8% dalam uji akhir Proving Ground di bawah tekanan sabotase Jendra Kharis, namun kemenangan tersebut justru memicu eksekusi klausul akuisisi korporasi yang membatalkan tenggat waktu 19 jam yang tersisa, memaksa Raka menghadapi ancaman kehilangan frame-nya secara instan.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Chapter 12

Papan utama di pusat Proving Ground berkedip merah. Angka 97,3% terpampang di sana, sebuah anomali yang membuat kerumunan kadet terdiam. Namun, di balik kaca kokpit, Raka Aditya tidak merasakan kemenangan. Alarm peringatan di sudut visor-nya berdenyut konstan: 10,8%. Itu adalah sisa daya cadangan setelah modul stabilisasi arus prototipe memakan hampir seluruh kapasitas sel baterai yang sudah tua.

“Efisiensi itu anomali,” suara Jendra Kharis memecah keheningan. Ia berdiri di tepi arena, seragam kadet elitnya kontras dengan kondisi Raka yang compang-camping. “Frame dengan log rusak, modul pinjaman, dan akses data yang sudah berpindah tangan tidak mungkin mencapai angka itu tanpa manipulasi sensor. Itu bukan keterampilan pilot, itu cuma keberuntungan yang akan segera habis.”

Beberapa kadet di barisan depan tertawa, namun mata mereka tetap terpaku pada layar. Raka merasakan jemarinya yang gemetar di atas grip kontrol. Ia tahu, di balik dinding Proving Ground, Sari Wulan telah menjual akses log permanennya ke korporasi. Ia telah menukar otonominya demi satu kesempatan untuk bertahan hidup di lintasan ini.

Instruktur Halim melangkah maju, wajahnya datar. “Satu sesi lagi. Mode final. Siapa yang lolos, namanya masuk daftar permanen. Siapa yang gagal, frame-nya disegel sebelum sponsor datang,” suaranya menggema. “Khusus untuk Raka: Jendra meminta parameter khusus. Aku setujui karena ini masih jalur uji.”

Arena simulasi menutup seperti rahang besi. Begitu simulasi dimulai, Raka menyadari jebakan itu. Beban gesek meningkat drastis, aliran pendingin dipaksa di bawah ambang batas, dan sistem simulasi sengaja menekan sisi kiri frame tempat modul stabilisasi arus terpasang. Suhu inti melonjak 12% dalam hitungan detik. Ini bukan lagi ujian; ini adalah eksekusi sistematis.

“Kau pikir bisa naik kelas dengan barang curian?” Jendra berbisik melalui kanal komunikasi terbuka.

Raka tidak membalas. Ia membiarkan sinkronisasi sarafnya menyatu dengan sisa arus yang tipis. Saat suhu mencapai titik kritis, Raka melakukan manuver yang tidak konvensional: ia memutus aliran listrik ke sistem suspensi non-esensial dan mengalihkan seluruh sisa dayanya ke modul stabilisasi arus. Ledakan energi singkat terjadi di dalam kokpit. Frame-nya tersentak, bergerak dengan kecepatan yang mustahil untuk mesin tua, memotong jalur simulasi tepat sebelum sensor panas mematikan sistem. Raka menembus titik finish dengan suara logam yang beradu dan percikan api yang keluar dari sendi-sendi mekanis.

Layar publik meledak hijau. Angka efisiensi merangkak naik: 97,8%.

Saat Raka keluar dari kokpit, napasnya terasa seperti menelan serbuk besi. Papan peringkat bergeser, namanya merangkak naik ke sepuluh besar. Namun, sebelum ia bisa menghela napas, pintu samping fasilitas terbuka. Tiga orang berpakaian abu gelap melangkah masuk, memegang dokumen akuisisi resmi dengan segel korporasi yang mencolok.

“Raka Aditya,” salah satu utusan berkata, suaranya datar dan final. “Berdasarkan klausul data tempur yang kini menjadi aset kami, kau diperintahkan untuk menyerahkan frame ini segera. Waktu 19 jam yang tersisa telah dibatalkan.”

Raka berdiri tegak, memandang utusan itu dengan mata yang masih menyala oleh sisa-sisa simulasi. Ia baru saja membuktikan bahwa ia bukan sekadar anomali, tapi sekarang, ia harus menghadapi kenyataan bahwa kemenangan hanyalah pintu menuju ancaman yang jauh lebih besar. Pendakiannya baru saja dimulai di tier yang jauh lebih mematikan.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced