Novel

Chapter 3: Jebakan di Balik Kemewahan

Elara berhasil mengamankan kesepakatan perlindungan medis untuk Bibi Ratna dari Aris, namun ia terjebak dalam pengawasan ketat Aris yang mencurigai ledger di balik gaunnya. Saat mencoba meninggalkan ballroom, Paman Bram memblokir akses keluar, menuntut pengembalian aset keluarga.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Jebakan di Balik Kemewahan

Lampu kristal di Ballroom Grand Arta memantul tajam di atas meja marmer, menciptakan siluet yang membuat Elara merasa seperti mangsa di tengah pameran. Ia berdiri di sisi Aris, merasakan sudut keras ledger yang terselip di balik korset gaun pengantinnya—sebuah beban fisik yang jauh lebih berat daripada sekadar kertas, karena di dalamnya tertulis kehancuran Paman Bram.

"Senyummu terlalu kaku, Elara," bisik Aris. Suaranya rendah, nyaris tak terdengar di balik denting gelas sampanye, namun cukup tajam untuk membuat punggung Elara menegang. "Pamanmu sedang mengawasi. Jika kau ingin sanderamu tetap aman di rumah sakit, berhentilah bertingkah seperti buronan."

Elara menoleh, menatap mata Aris yang sedingin es. "Aku bukan buronan, Aris. Aku hanya sedang memastikan bahwa 'istri' yang kau beli ini tetap bernilai di mata tamu-tamumu."

Sebelum Aris sempat membalas, Paman Bram mendekat dengan langkah angkuh. Matanya yang licik menyapu penampilan Elara. "Aris, keponakanku yang satu ini memang pandai berdandan. Tapi kita semua tahu, gaun mahal tidak akan menutupi asal-usulnya yang tidak jelas. Apakah kau yakin tidak salah memilih pengantin?"

Ketegangan di meja itu meledak. Elara merasakan napasnya tertahan. Ini adalah jebakan. Namun, Aris bergerak melingkarkan lengannya ke pinggang Elara dengan posesif yang dingin. "Keluarga besar memang seringkali menjadi beban, Bram. Tapi Elara adalah istriku, dan di sini, martabatnya adalah martabatku. Jika kau tidak bisa menghormatinya, mungkin kau harus mempertimbangkan kembali posisi investasimu di perusahaan ini."

Paman Bram terdiam, wajahnya memucat. Elara menyadari bahwa perlindungan Aris adalah sangkar emas yang membuatnya semakin sulit bergerak bebas. Aris tidak sedang melindunginya karena kasih sayang; ia sedang mengamankan aset yang ia curigai ada pada Elara.

Memanfaatkan momen pengalihan perhatian, Elara menyelinap ke lorong servis lantai empat. Bau pembersih lantai yang tajam menyengat indra penciumannya. Ia melirik log akses brankas hotel di ruang administrasi yang sempat ia bobol. Jantungnya berdegup kencang saat melihat catatan digital di layar: Otoritas penuh dialihkan ke Aris. Sial. Aris bukan sekadar investor; dia telah mengunci Elara dalam sistem keamanan yang ia rancang sendiri. Ledger ini kini menjadi tiket keluar yang diperebutkan oleh dua predator.

Saat ia mencoba kembali ke aula, pintu ruang kerja Aris terbuka. Pria itu sudah menunggu. Ia melepas jasnya, melonggarkan dasi dengan gerakan lambat yang penuh perhitungan. "Kau bergetar, Elara," ujar Aris dingin, melangkah mendekat hingga aroma kayu cendana dan tembakau mahal menguar dari tubuhnya. Jemarinya menyentuh punggung Elara, tepat di dekat saku tersembunyi gaunnya. "Buku catatan Paman Bram? Atau bukti penggelapan dana yang membuat sepupuku lari ketakutan?"

Elara memundurkan langkah, namun Aris menahan pinggangnya. "Aku tidak akan merebutnya, Elara. Aku hanya ingin memastikan kau tahu siapa yang memegang kendali di ruangan ini." Elara memberikan informasi parsial—bahwa dokumen itu adalah kunci kejatuhan Paman Bram. Aris setuju untuk bekerja sama, namun ia menetapkan syarat: Elara harus menyerahkan ledger tersebut sebagai jaminan kesetiaan.

Saat Elara mencoba keluar dari hotel, ia mendapati lobi telah berubah. Paman Bram berdiri di sana, memblokir pintu utama dengan pengawal bayaran. "Ada aset keluarga yang hilang, dan aku tidak bisa membiarkan tamu meninggalkan area ini sebelum kami memastikan tidak ada properti yang terbawa secara keliru," ucap Paman Bram.

Ledger itu ada di tanganku, namun musuh sudah mengepung pintu hotel. Bagaimana aku bisa keluar tanpa terlihat?

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced