Novel

Chapter 11: Di Luar Kontrak

Elena membatalkan kontrak pernikahan setelah Baskoro dan Adrian jatuh. Arion menolak melepaskan Elena, justru menyerahkan kendali aset perusahaan sebagai bentuk pengakuan atas kemitraan mereka yang setara, mengubah status hubungan dari transaksi menjadi aliansi permanen.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Di Luar Kontrak

Ruang rapat lantai empat puluh itu menyisakan aroma kopi pahit dan sisa ketegangan yang menyesakkan. Baskoro dan Adrian telah digiring keluar dengan tangan terborgol, meninggalkan kursi-kursi kosong yang kini tampak seperti monumen bagi ambisi yang runtuh. Elena berdiri di dekat jendela, menatap cakrawala metropolis yang tampak berbeda dari sudut pandang ini. Ia tidak lagi merasa seperti pion yang digerakkan; ia adalah pemain yang memegang kendali.

Ia merogoh tasnya, mengeluarkan map kulit berisi kontrak pernikahan mereka. Dokumen itu—yang pernah menjadi belenggu sekaligus satu-satunya jaminan keselamatannya—kini terasa ringan di tangannya. Ia berjalan menuju meja utama dan meletakkannya tepat di depan Arion.

"Kontrak ini sudah tidak memiliki dasar hukum maupun strategis, Arion," ujar Elena. Suaranya tenang, tanpa keraguan. "Baskoro sudah jatuh. Adrian tidak lagi memiliki akses ke aset keluarga. Kita tidak lagi membutuhkan sandiwara ini untuk mengamankan kursi direksi atau memancing musuh keluar."

Arion tidak menyentuh map itu. Ia duduk bersandar, menatap Elena dengan intensitas yang membuat udara di ruangan itu terasa lebih berat. "Secara hukum, mungkin benar. Tapi kau tahu betul, Elena, bahwa kita tidak pernah benar-benar bekerja berdasarkan pasal-pasal itu saja."

Arion bangkit, langkahnya mantap saat ia memangkas jarak di antara mereka. Ia tidak berhenti sampai ia berdiri tepat di hadapan Elena, memaksanya untuk menatap langsung ke dalam mata pria yang selama ini menjadi sekutu sekaligus teka-tekinya. Arion meraih tangan Elena, membimbingnya menuju brankas pribadinya yang masih terbuka. Di dalamnya, tidak ada lagi tumpukan uang atau dokumen rahasia yang mematikan, melainkan sebuah surat warisan baru yang telah ia siapkan.

Arion menyodorkan dokumen itu. "Aku telah memindahkan kepemilikan mayoritas aset perusahaan induk ke namamu. Kau bukan lagi pengantin pengganti; kau adalah pemegang kendali mutlak atas apa yang selama ini mereka coba curi darimu."

Elena memandang map itu, lalu beralih menatap Arion. "Apakah ini kompensasi atas semua yang kau lakukan, atau cara baru untuk mengikatku selamanya?"

Arion menatapnya, matanya tidak lagi memancarkan ambisi yang dingin, melainkan sebuah pengakuan yang jujur. "Ini adalah pengakuan bahwa aku tidak bisa memimpin tanpa kehadiranmu sebagai penyeimbang. Aku tidak mengejar warisan lagi, Elena. Aku mengejar kemitraan yang utuh. Kontrak itu hanya selembar kertas yang kupakai untuk memancing serigala keluar dari sarangnya. Tapi aku tidak pernah berniat menjadikanmu sebagai alat yang bisa kulepaskan begitu saja saat musuh jatuh."

Elena merasakan detak jantungnya berpacu, bukan karena takut, melainkan karena kesadaran bahwa ia tidak lagi membutuhkan kompensasi finansial. Ia menginginkan kemitraan yang setara. Arion menawarkan sesuatu yang lebih permanen daripada kontrak: sebuah aliansi tanpa tanggal kedaluwarsa. Elena menatap pria di depannya, menyadari bahwa kontrak lama kini resmi menjadi sejarah. Ia bukan lagi pengantin pengganti, melainkan pemimpin yang berdiri sejajar di sisi Arion, siap menghadapi dunia yang kini berada di bawah kendali mereka berdua.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced