Novel

Chapter 1: Sisa Satu Menit di Hanggar Maut

Raka nekat melakukan sinkronisasi ilegal pada rangka mech MSK-7A yang akan ditarik sistem audit. Dengan bantuan Naya, ia berhasil mengakses modul prototipe tersembunyi yang membuat mech rongsokan tersebut aktif kembali dengan pendaran biru yang tidak wajar, memicu kepanikan sistem dan menarik perhatian rivalnya, Damar Veylan.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Sisa Satu Menit di Hanggar Maut

Enam puluh detik. Angka merah itu berkedip di layar audit hanggar Proving Ground, besar seperti luka baru, tepat di atas nama rangka yang sedang dicabut statusnya: MSK-7A / RAKA ADISAR / RECALLED. Di bawahnya, garis peringkat publik Kota Menara Langit-Paku merayap turun satu tingkat lagi—seolah kota itu sendiri sedang mengunyah reputasi Raka dan belum puas.

Bau oli panas dan logam hangus menyengat, lebih tajam daripada suara alarm yang melengking rendah di langit-langit. Hanggar sudah separuh kosong; beberapa rangka mech elit telah ditarik keluar oleh derek otomatis, menyisakan jejak roda di lantai yang mengkilap oleh cairan pendingin yang bocor. Di sisi kanan, kepala derek sistem audit sudah mulai menggigit punggung rangka MSK-7A milik Raka—mesin rongsokan yang seharusnya dilucuti dan dipindah ke gudang sitaan sebelum hitungan mundur mencapai nol.

“Jangan sentuh itu, Rak,” Naya Wiratama berdiri setengah langkah di depan panel akses, jemarinya gemetar di atas tablet teknisi. Seragam kerjanya rapi, tapi ujung kerahnya basah oleh keringat. Matanya menatap kepala derek, bukan Raka. “Kalau audit lihat kamu masuk manual, kita berdua habis. Tunggu saja sampai petugas datang, mungkin kita bisa negosiasi untuk perpanjangan sewa.”

“Tidak ada waktu untuk negosiasi, Naya,” Raka memotong, suaranya dingin. Ia menggeser tubuhnya melewati bahu Naya. “Kalau rangka ini ditarik sekarang, aku kehilangan akses ke lantai tiga. Tanpa rangka, aku bukan siapa-siapa di Menara ini.”

“Kamu akan jadi pemulung permanen di lantai bawah!”

Raka tidak menjawab. Ia melompat ke dek rangka, telapak tangannya menempel pada permukaan logam yang dingin dan bergetar. Sinyal audit memerah—tanda sinkronisasi ilegal sedang dilakukan. Di ruang kontrol, Insinyur Jauhar berteriak melalui interkom, suaranya pecah oleh kepanikan. “Naya! Siapa yang memberi akses manual? Segera kunci hanggar! Ada climber sampah yang mencoba membajak aset sitaan!”

Jantung Raka berdegup kencang, sinkron dengan dengungan mesin yang tersendat. Ia memaksa masuk, menembus lapisan firewall usang sistem audit. Layar utama hanggar berkedip liar: dari status 'Decommissioned' menjadi 'Sync-Active'. Namun, sistem Menara tidak bodoh. Peringatan kuning muncul dengan huruf tebal: ERROR: UNAUTHORIZED PILOT DETECTED. RECALL INITIATED.

“Sistem mendeteksi anomali!” teriak Jauhar. Langkah kakinya terdengar berat mendekat ke pintu kaca.

Naya menatap Raka, matanya berkaca-kaca, sebelum jemarinya bergerak cepat di atas konsol, menutupi jejak sinkronisasi Raka dengan kode enkripsi miliknya sendiri. “Aku hanya bisa memberi waktu tiga puluh detik sebelum sistem pusat melakukan hard-reset!” bisik Naya.

Di dalam kokpit, Raka menemukan sesuatu yang tidak seharusnya ada. Di balik log tempur yang rusak, terdapat sebuah modul prototipe yang terkunci. Ia menarik data itu, memaksanya masuk ke inti mesin. Tiba-tiba, dengungan mesin yang tadinya kasar berubah menjadi harmoni yang halus dan bertenaga. Rangka MSK-7A itu bergetar, dan lapisan logamnya mulai berpendar dengan warna biru elektrik yang mustahil—bukan warna abu-abu kusam standar pabrik.

Di balkon VIP, Damar Veylan berdiri dengan tangan bersilang. Ia menatap ke bawah dengan senyum tipis yang meremehkan. “Biarkan dia bermain,” gumam Damar kepada pengawalnya. “Aku ingin melihat seberapa cepat dia meledak bersama rongsokan itu.”

Namun, ledakan itu tidak terjadi. Rangka mech itu berdiri tegak, memancarkan aura kekuatan yang membuat sistem audit di hanggar panik. Lampu oranye berubah menjadi putih menyilaukan. Raka telah berhasil—ia tidak hanya mempertahankan rangkanya, ia telah mengaktifkan sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar mesin rongsokan. Dan di depan mata publik yang menonton melalui layar Menara, Raka Adisar baru saja mengubah status quo pendakian yang selama ini membelenggunya.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced