Novel

Chapter 3: Terms Rewritten

Arga Pratama berhasil membatalkan hasil tender yang dimanipulasi Dimas dengan menyajikan bukti cap arsip lama yang ilegal. Tindakan ini memicu audit menyeluruh dan mengungkap keterlibatan pemodal besar di balik layar, memaksa keluarga Wulandari menghadapi ancaman yang lebih besar daripada sekadar kehilangan tender.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Terms Rewritten

Bau minyak wijen dan sisa pembakaran arang di dapur Restoran Wulandari selalu menjadi penanda bagi Arga Pratama: tempat di mana ia diizinkan ada, namun tak pernah diizinkan bersuara. Hari ini, di ruang rapat depan, suara Dimas Wulandari memecah keheningan dengan nada kemenangan yang dipaksakan.

“Karena Arga tidak punya akses arsip dan namanya sudah tercatat sebagai penanggung beban operasional, hasil tender ini sah,” ujar Dimas. Ia meletakkan map penilaian di atas meja kayu jati tua itu dengan dentuman yang disengaja. Di sampingnya, pejabat lelang yang diundang keluarga Wulandari mengangguk, bersiap membubuhkan stempel.

Ratna Wulandari berdiri di ujung meja, matanya yang tajam menatap Arga yang berdiri di ambang pintu dapur. “Arga, kembali ke tempatmu. Urusan ini di luar kapasitasmu.”

Arga tidak bergerak. Ia tidak butuh kemarahan untuk memenangkan posisi. Ia hanya butuh presisi. Di tangannya, sebuah ponsel menampilkan foto cap arsip gudang lama yang sempat ia ambil saat Dimas lengah. Cap itu adalah kunci yang menghubungkan dokumen revisi tender saat ini dengan arsip yang seharusnya sudah dimusnahkan tiga tahun lalu.

“Sebelum stempel itu jatuh, Pak Hadi,” Arga bersuara, tenang namun memotong atmosfer ruangan. “Ada ketidaksesuaian pada cap internal di dokumen revisi tersebut.”

Pak Hadi Lestari, penilai lelang yang selama ini diam, segera menghentikan gerakan pejabat lelang. Ia menggeser kacamatanya, menatap dokumen itu dengan teliti. “Dimas, jelaskan ini. Mengapa ada cap arsip tahun 2021 di dokumen tender tahun 2024?”

Dimas memucat. “Itu... itu hanya kesalahan administrasi. Tidak relevan dengan nilai aset.”

“Relevan jika dokumen itu digunakan untuk memanipulasi nilai tender,” balas Arga. Ia melangkah masuk, meletakkan map cokelat berisi salinan tender asli di atas meja. “Saya tidak meminta peninjauan untuk mengulur waktu. Saya membawa bukti bahwa tender ini telah direkayasa menggunakan dokumen yang seharusnya disegel.”

Pejabat lelang mengambil map Arga, memeriksanya, dan wajahnya berubah drastis. Ia segera menarik kembali berkas hasil awal dan menempelkan stiker audit di pintu ruang rapat. “Hasil sementara dibekukan. Kami akan melakukan audit menyeluruh.”

Ratna terdiam, buku jarinya memutih mencengkeram tas. Kemenangan pertama Arga tak terbantahkan. Namun, saat petugas mulai menyisir dokumen, Maya tanpa sengaja melirik lembar harga asli restoran yang terselip di balik map cadangan Arga. Angka-angka di sana jauh lebih tinggi dari nilai yang dilaporkan keluarga selama ini.

Di balik layar, sebuah nama pemodal besar yang selama ini disembunyikan muncul dalam daftar audit yang baru saja dibuka. Ternyata, keluarga Wulandari hanyalah pion dalam permainan yang jauh lebih besar. Arga menatap tajam ke arah Ratna; ia tahu bahwa angka-angka di map itu adalah bom waktu yang akan memaksa Ratna memilih antara mempertahankan kebohongan atau menyerahkan kendali penuh padanya.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced