Novel

Chapter 9: Operasi Penyelamatan

Elara menyelamatkan Adrian dari sabotase keluarga dan mengambil alih kendali operasional perusahaan melalui klausul darurat. Ia berhasil memukul mundur Baskoro dengan ancaman bukti transaksi ilegal dan kini bersiap untuk menghancurkan keluarga utama di depan para pemegang saham.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Operasi Penyelamatan

Lampu kristal di Grand Astoria tidak sekadar jatuh; ia menghujam lantai marmer dengan presisi yang dirancang untuk membunuh. Suara dentuman itu memekakkan telinga, disusul jeritan para tamu yang pecah seperti kaca. Namun, di tengah kekacauan itu, dunia Elara menyempit pada satu titik: Adrian yang tersungkur di atasnya, bahu pria itu menahan beban besi dan kristal yang seharusnya meremukkan tulang punggung Elara.

"Adrian!" Elara berteriak, suaranya tenggelam dalam debu yang mengepul. Ia merayap keluar dari balik tubuh pria itu, jemarinya gemetar saat menyentuh kemeja putih Adrian yang kini berubah warna menjadi merah pekat. Adrian tidak mengerang, ia hanya menatap Elara dengan mata yang mulai sayu, napasnya pendek dan berat.

"Jangan... jangan biarkan mereka mengambil brankas itu," bisik Adrian, suaranya parau, nyaris tak terdengar di tengah hiruk-pikuk petugas keamanan yang mulai berdatangan.

Elara tidak menangis. Air mata adalah kemewahan yang tidak bisa ia beli saat ini. Ia menatap tajam ke arah Baskoro yang berdiri di kejauhan, wajahnya pucat pasi—bukan karena takut, melainkan karena kegagalan rencana pembunuhannya. Elara tahu, ini bukan kecelakaan. Ini adalah pesan.

*

Di Rumah Sakit Medika Utama, suasana terasa dingin dan steril. Elara berdiri di depan pintu ruang VVIP, tangannya menggenggam tablet berisi data server pusat yang ia curi dari brankas Adrian—bukan untuk mengkhianatinya, melainkan untuk melindunginya. Pintu terbuka, dan Baskoro melangkah keluar, diikuti dua pengacara keluarga yang membawa koper dokumen.

"Elara, minggir," suara Baskoro dingin, penuh otoritas yang dipaksakan. "Adrian dalam kondisi kritis. Sebagai komisaris utama, aku harus mengamankan kunci brankas dan dokumen merger sebelum pasar bereaksi negatif atas insiden ini."

Elara tidak bergeming. Ia berdiri tegak, gaun malamnya yang robek di bagian bahu menjadi saksi bisu atas apa yang baru saja terjadi. "Kau tidak akan menyentuh apa pun, Baskoro. Adrian adalah suamiku, dan berdasarkan klausul darurat yang kami tanda tangani, segala akses operasional jatuh ke tanganku saat dia tidak berdaya."

Baskoro mencibir, mencoba melangkah maju. "Kau hanyalah pengantin pengganti. Jangan bermain-main dengan kekuasaan yang tidak kau mengerti."

Elara mengeluarkan ponselnya, menampilkan notifikasi enkripsi dari sistem keamanan perusahaan. "Aku memiliki kuasa penuh. Jika kau melangkah satu inci lagi, aku akan mempublikasikan bukti transaksi ilegal sindikat yang selama ini kau sembunyikan di balik nama keluarga. Pilih: mundur, atau hancurkan dirimu sendiri sekarang juga."

Baskoro terdiam. Matanya menatap tajam, mencari keraguan di wajah Elara, namun ia hanya menemukan ketegasan yang dingin. Ia mundur perlahan, menyadari bahwa pion yang ia remehkan kini telah memegang kendali atas bidak caturnya.

Di dalam ruang pemulihan, Adrian membuka mata. Perban melilit bahu kirinya. Ia menatap Elara yang duduk di sampingnya, bukan sebagai pelayan, melainkan sebagai sekutu yang setara. "Siska?" tanya Adrian parau.

"Dia menghilang. Sindikat sudah memutus akses dengannya," jawab Elara, menyodorkan tablet berisi data server pusat. "Aku tidak datang untuk berduka. Aku datang untuk memastikan kau cukup kuat melihat ini. Dengan akses ini, kita akan menghancurkan mereka besok pagi di depan para pemegang saham."

Adrian tersenyum tipis, sebuah pengakuan akan kemitraan yang melampaui kontrak. "Kau benar-benar pewaris yang mereka takuti, Elara."

Elara berdiri di depan jendela, menatap kelap-kelip lampu kota Jakarta. Besok, ia akan berdiri di depan para pemegang saham, bukan sebagai pelayan, melainkan sebagai pemilik sah yang membawa kehancuran bagi mereka yang telah mengkhianatinya. Badai akan segera dimulai.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced