Novel

Chapter 7: Kompensasi yang Tak Terduga

Arian melunasi utang ibu Nadira sebagai bentuk kompensasi atas keterlibatan keluarganya dalam kejatuhan finansial keluarga Nadira. Nadira menolak hadiah tersebut, menganggapnya sebagai bentuk kontrol baru. Ketegangan memuncak saat sebuah skandal masa lalu Nadira bocor ke media, mengubah situasi menjadi ancaman publik yang nyata.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Kompensasi yang Tak Terduga

Penthouse Mahendra pagi itu terasa lebih dingin dari ruang sidang. Nadira menatap map krem di atas meja sarapan, tepat di samping cangkir kopinya yang masih mengepul. Kertas di dalamnya berstempel resmi, membawa kabar yang seharusnya menjadi napas lega: pelunasan penuh atas seluruh utang ibunya, Rina Kirana. Tidak ada lagi ancaman penyitaan, tidak ada lagi bunga yang membengkak, dan tidak ada lagi ruang gerak bagi keluarga Mahendra untuk menekan ibunya melalui utang piutang.

Arian duduk di ujung meja, kemejanya digulung hingga siku, wajahnya setenang air danau. Ia tidak menatap Nadira, membiarkan dokumen itu bicara sendiri.

“Kau melunasi semuanya,” suara Nadira datar. Ia tidak menyentuh map itu. “Tanpa memberitahuku. Tanpa bertanya apakah aku menginginkan jalan keluar seperti ini.”

“Itu satu-satunya cara memutus rantai akses keluarga Mahendra ke aset ibumu secara permanen,” jawab Arian. Suaranya rendah, presisi, tanpa keraguan yang biasa Nadira temui pada pria-pria yang mencoba membelinya dengan uang. “Aku menggunakan jalur hukum anonim. Mereka tidak punya celah lagi.”

Nadira tertawa pendek, suara yang kering dan tanpa humor. Ia mendorong map itu kembali ke arah Arian. “Kau menyebutnya perlindungan. Aku menyebutnya pengambilalihan. Kau baru saja mengganti satu kreditor yang kejam dengan suami yang menggunakan utang sebagai alat kontrol.”

“Ini bukan alat kontrol, Nadira.” Arian bangkit, langkahnya tenang namun menguasai ruangan. “Ini kompensasi. Untuk apa yang telah keluargaku lakukan pada keluargamu, dan untuk posisi yang terpaksa kau jalani saat ini.”

“Kompensasi?” Nadira berdiri, menantang jarak di antara mereka. “Kau pikir dengan menghapus angka di atas kertas, kau bisa menghapus fakta bahwa kau adalah bagian dari orang-orang yang menjatuhkan kami? Kau tidak sedang membantuku, Arian. Kau sedang memastikan bahwa aku tidak punya pilihan lain selain tetap terikat padamu.”

Ketegangan memuncak. Arian menatap mata Nadira, mencari kebohongan, namun yang ia temukan hanyalah harga diri yang terluka hebat. Ia sadar, di balik topeng pewaris dingin ini, ia mulai merasa takut—bukan takut akan kehilangan harta, melainkan takut akan kehilangan satu-satunya orang yang berani menatapnya tanpa rasa takut.

“Aku tidak ingin kau menjadi barang dagangan,” gumam Arian, nyaris tak terdengar. “Aku ingin kau menjadi sekutu. Dan sekutu tidak boleh memiliki beban yang bisa digunakan musuh untuk menyerang mereka.”

“Kalau begitu, beri aku kejelasan,” tuntut Nadira. “Apa isi klausul rahasia itu? Mengapa namaku ada di bagian kontrak yang tidak boleh kubaca? Jangan beri aku uang jika kau masih menyembunyikan kebenaran.”

Arian terdiam. Ia tahu, jika ia mengungkap kebenaran tentang klausul waris itu, ia akan kehilangan kendali atas permainan ini. Namun, menatap Nadira yang kini berdiri tegak dengan martabat yang tak tergoyahkan, ia merasa pertahanannya mulai retak. Sebelum ia sempat menjawab, ponselnya bergetar di atas meja. Sebuah notifikasi masuk: foto-foto lama Nadira dari masa lalu yang seharusnya terkubur, kini tersebar di media sosial, disandingkan dengan judul provokatif yang mempertanyakan kelayakannya sebagai istri sah seorang pewaris Mahendra.

Nadira melihat notifikasi itu, lalu menatap Arian dengan tatapan yang menyiratkan segalanya: perang baru saja dimulai, dan kali ini, musuh tidak lagi bersembunyi di balik dokumen hukum, melainkan di balik nama besar keluarga Mahendra sendiri.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced