Novel

Chapter 2: The Ledger Cost

Nadya mengejar petunjuk Mbok Siti di gudang belakang dan menemukan bahwa 'kunci' untuk kamar 13 adalah kenangan pribadi yang masih hidup, khususnya rasa bersalahnya terhadap Rara. Mbok Siti mengungkap aturan tersembunyi: setiap kenangan yang diserahkan membuka jalan tapi mengambil sesuatu dari Nadya secara permanen. Buku catatan dan buku tamu lama memperkuat hubungan antara kebakaran 12 tahun lalu, Rara, dan kamar 13 yang hanya bisa dibuka dari dalam. Pak Harun meningkatkan tekanan dengan ancaman video live dan mempercepat persepsi waktu. Bab berakhir dengan Nadya menyadari biaya sebenarnya dan langkah kecil mendekat dalam kegelapan, memperketat deadline lima malam.

Release unit30% free previewIndonesian / Bahasa Indonesia
Preview active

This release is currently served with by_percent · 30 rules.

Upgrade Membership
30% preview Subscribe to continue the serialized release.

The Ledger Cost

Nadya menabrak pintu besi berkarat di belakang tangga servis, napasnya tersengal-sengal. Jam tangan menunjukkan pukul 23:47. Dua belas menit lagi tengah malam. Pesan terakhir Pak Harun masih menyala di layar: “Mbok Siti atau malam ini habis. Pilih cepat, Nadya.”

Bau hangus menusuk lebih tajam di lorong sempit ini, seperti kain basah yang baru disentuh api. Ia menyalakan senter ponsel. Cahayanya berkedip dua kali, seolah protes. Nadya mengumpat pelan dan terus maju menuju sayap timur lantai dua, tempat gudang belakang seharusnya berada.

Langkah kecil terdengar lagi—tap… tap… tap—ringan seperti sepatu anak di ujung koridor. Nadya berhenti sejenak. Jantungnya berdegup kencang, lalu diam. Hembusan angin dingin membawa bau asap lama. Bayangan tipis melintas di dinding seberang: siluet gadis kecil berambut panjang, membelakangi, lalu lenyap saat senter menyentuhnya.

Ponsel bergetar. Video baru, satu menit empat puluh detik, dari nomor yang sama.

Nadya membukanya dengan jari gemetar. Rara muncul di layar, wajah pucat, mata membelalak. Ia berdiri tepat di depan pintu kayu gelap yang sama seperti video sebelumnya. Kali ini pintunya terbuka sedikit, celah selebar telapak tangan. Suara Rara berbisik cepat, terputus-putus:

“Kak… jangan percaya apa yang Mbok bilang. Kuncinya bukan kunci. Kuncinya aku. Mereka mau pakai aku untuk—”

Suara terpotong mendadak. Layar hitam. Teks putih muncul: “Malam kedua dimulai sekarang. Cari Mbok Siti. Atau besok video ini tayang live di semua platform. – H”

Video langsung terhapus otomatis. Hanya screenshot buram yang tersisa.

“Rara…” Nadya menempelkan dahi ke dinding dingin. “Kenapa kamu bilang kuncinya kamu?”

Panggilan masuk. Nomor tak dikenal. Nadya menekan tombol terima setelah ragu sejenak.

Suara Pak Harun tenang, hampir ramah. “Sudah dengar pesan adikmu? Bagus. Taruhannya sekarang lebih tinggi. Mbok Siti ada di gudang belakang, dekat sumur tua. Dia punya sesuatu yang kamu butuhkan. Tapi setiap menit kamu buang, pintu itu semakin menutup. Dan Rara semakin jauh.”

“Apa yang kalian lakukan padanya?” tanya Nadya serak.

“Tunggu sampai kamu temukan kamar itu. Kalau gagal malam ini, besok pagi semua orang akan melihat apa yang Rara lihat di dalam. Termasuk kamu.”

Pa

Preview ends here. Subscribe to continue.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced