Novel

Chapter 5: Harga Kebenaran yang Semakin Mahal

Raka tiba di rumah lama keluarganya yang sudah dipasangi papan penyitaan sebagai bagian dari percepatan pemindahan relik. Di sana, ia menemukan rekaman VHS lama yang menampilkan siaran langsung skandal serupa dua puluh tahun lalu, mengungkap pola yang lebih besar di balik situasi saat ini. Mira datang secara diam-diam dan mengaku sedang di bawah tekanan keluarga untuk mempercepat pemindahan relik serta mengancam akan melibatkan polisi jika Raka terus mengganggu. Ketika listrik rumah tiba-tiba padam, rekaman itu rusak sebagian dan informasi penting terancam hilang. Malam itu, berita utama televisi menuduh Raka sebagai tersangka perusakan warisan, memperkuat narasi publik yang mengisolasi Raka dan menandai pengulangan skandal lama yang semakin mempersempit waktu dan ruang geraknya.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Harga Kebenaran yang Semakin Mahal

Raka menatap papan penyitaan yang terpaku di pintu depan rumah keluarganya, tertulis jelas: "Pengosongan properti dalam empat hari." Deadline yang dipercepat ini seperti palu yang terus menghantam pikirannya. Rumah tua itu, yang dulu penuh kenangan pahit, kini menjadi benteng terakhir kebenaran yang harus ia gali. Dengan napas tertahan, ia mengelilingi bangunan, mencari celah yang bisa dimasuki tanpa terdeteksi. Suara langkahnya nyaris tenggelam dalam kesunyian malam yang pekat, bayangan masa lalu menghantui setiap sudut. Akhirnya, ia menemukan sebuah celah kecil di balik papan kayu yang sengaja dipasang untuk menutup akses. Dengan alat seadanya, Raka menyelinap masuk, jantungnya berdetak lebih keras dari detik jam yang terus menipis.

Udara pengap menyambutnya saat ia melangkah masuk, debu beterbangan diterpa cahaya senter dari layar ponselnya. Tiba-tiba, suara langkah di luar membuatnya membeku, mungkin penjaga atau tetangga yang curiga. Raka segera bersembunyi di balik sofa tua, mengingat betapa rumah ini bukan sekadar beton dan kayu lapuk, melainkan saksi bisu luka yang belum selesai. Setelah ketegangan mereda, ia mulai menelusuri ruangan, menemukan sebuah lemari tua yang hampir roboh. Di dalamnya, tersembunyi sebuah kotak kayu berdebu yang berisi pita VHS lama. Jantungnya berdegup lebih cepat—mungkin ini petunjuk yang selama ini ia cari.

Dengan penuh harap, Raka menyalakan pemutar VHS usang yang tergeletak di pojok ruangan. Layar televisi berkedip, menampilkan wajah-wajah dari dua puluh tahun lalu: siaran langsung skandal yang mencengangkan, sangat mirip dengan yang kini menghancurkan reputasinya. Di sana, sosok ayahnya berbicara terbata-bata, sorotan kamera menangkap momen yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Namun saat adegan mulai mengarah pada inti pengungkapan, gambar menjadi kabur dan audio terputus-putus. Raka panik, mencoba memperbaiki pita itu dengan hati-hati. Tapi tiba-tiba, listrik padam, menenggelamkan ruangan dalam gelap gulita. Informasi penting terancam hilang, dan tekanan waktu semakin menekan.

Di tengah kegelapan, langkah kaki terdengar perlahan, dan sesosok muncul di pintu ruang tamu. Mira, kurator museum yang selama ini menjadi lawan sekaligus sekutunya, datang dengan wajah lelah namun tegas. "Raka," suaranya rendah penuh beban, "aku di bawah tekanan besar dari keluargaku. Mereka memaksa aku mempercepat pemindahan relik ini, dan jika kau terus mengacaukan proses, mereka siap melibatkan polisi. Kau tahu apa artinya itu untukmu." Tatapan Raka penuh perlawanan. "Aku tidak bisa diam, Mira. Ada sesuatu yang salah dengan relik ini dan sejarahnya. Keluargamu tahu lebih banyak dari yang kau tunjukkan." Mira menggeleng, wajahnya menegang. "Aku juga mulai ragu, tapi jika kau terus bertindak, bukan hanya aku yang akan kena. Jadwal pemindahan dipercepat menjadi empat hari. Lebih cepat dari yang kubayangkan." Ancaman itu menembus dada Raka, waktu yang tersisa semakin sempit.

Ketegangan di antara mereka memuncak, Mira mengancam akan melibatkan polisi jika Raka tak segera mundur. Ia pergi meninggalkan rumah dengan langkah berat, meninggalkan Raka dalam kesunyian yang semakin menekan. Dalam kegelapan, Raka menatap layar handphone yang mati, sadar bahwa waktu tak lagi berpihak padanya.

Malam itu, di ruang tamu yang sama, televisi menyala dengan suara presenter yang menembus keheningan. "Dalam laporan khusus malam ini, Raka, yang dikenal sebagai pemburu kebenaran, kini dituduh merusak warisan budaya keluarga. Tuduhan ini muncul setelah rekaman skandal dua puluh tahun lalu kembali muncul dan mengaitkan Raka dengan peristiwa kelam masa lalu," ujar presenter dengan nada dingin dan menusuk. Nama Raka mendadak menjadi pusat perbincangan, citranya hancur berantakan di hadapan publik yang haus sensasi.

Potongan rekaman VHS yang sudah rusak ditayangkan, memperlihatkan adegan-adegan kacau penuh teriakan dan saling tuduh yang membuat skandal lama seolah terulang kembali. Raka merasakan tekanan hukum dan sosial yang membelitnya semakin erat. Tuduhan ini bukan hanya menyerang reputasinya, tapi juga mengancam kebebasannya. Di luar sana, tekanan dari keluarga Mira terus memaksa percepatan pemindahan relik, semakin menutup ruang gerak Raka.

Dalam keheningan yang berat, Raka berdiri di tengah badai tuduhan yang semakin memuncak. Waktu yang tersisa semakin menipis, musuh semakin dekat, dan kebenaran yang ia kejar semakin mahal harganya. Ia tahu, skandal ini bukan kebetulan—ini pengulangan dari dua puluh tahun lalu yang menyimpan rahasia gelap yang belum terungkap. Dan malam itu menandai titik balik yang tak bisa ia hindari.

Apa yang sebenarnya tersembunyi di balik "pemberian makan menjadi permanen"? Apa yang Mira sembunyikan tentang relik dan mengapa ayahnya memperingatkan untuk tidak percaya museum? Semua pertanyaan itu menggantung berat, sementara jarum jam terus berdetik tanpa ampun.

Raka menatap keluar jendela, bayang-bayang masa lalu dan ancaman masa depan berbaur dalam gelap. Detak jam semakin cepat, dan langkahnya harus segera diambil—atau semuanya akan hilang selamanya.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced