Novel

Chapter 4: Jejak yang Dihapus

Aris berhasil mendapatkan rekaman CCTV yang membuktikan prosedur ilegal terhadap Ny. Ratna dengan bantuan Raka, namun tindakan tersebut memicu alarm keamanan yang membuat posisi mereka terlacak oleh Dr. Baskoro.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Jejak yang Dihapus

Lampu indikator di ruang server berkedip merah, ritme yang sinkron dengan detak jantung Aris. Di sudut layar, jam digital sistem pembersihan data rumah sakit menunjukkan angka 04:58:12. Waktu yang tersisa kurang dari lima jam sebelum seluruh jejak digital Ny. Ratna musnah, disapu bersih oleh protokol otomatis yang kini dipercepat atas perintah langsung Dr. Baskoro.

"Jangan bergerak. Sedikit saja kau menyenggol kabel, sistem akan menganggap ini peretasan paksa dan mengunci akses permanen," bisik Raka. Teknisi itu tampak seperti bayangan yang terperangkap dalam jaring kabel fiber optik. Keringat dingin membasahi keningnya saat jarinya menari liar di atas keyboard.

Aris menekan kartu debitnya ke meja besi, sebuah pengorbanan dari tabungan darurat yang seharusnya digunakan untuk melunasi cicilan rumah. "Lanjutkan. Aku butuh klip itu. Sekarang."

Raka menyambar kartu itu dengan tatapan sinis. "Ini tidak cukup untuk menutupi risiko kehilangan pekerjaan, tapi mungkin cukup untuk tiket bus keluar kota setelah ini selesai." Ia kembali mengetik dengan agresif. Baris-baris kode hijau di monitor bergetar, lalu perlahan sebuah jendela pemutar video muncul.

Aris menahan napas. Klip itu mulai berputar, grainy dan penuh noise statis. Awalnya hanya berupa piksel buram yang bergerak di koridor ruang operasi, namun saat Raka melakukan render paksa, gambar itu menajam. Aris melihat Ny. Ratna—pasien yang seharusnya sudah meninggal karena gagal jantung—terbaring di meja operasi. Ia tampak sadar, matanya bergerak panik, namun tangannya diikat kuat pada sisi ranjang.

Seorang pria berseragam medis mendekat. Saat kamera menangkap profil wajahnya dari samping, jantung Aris seakan berhenti. Ia mengenal pria itu. Bukan hanya sebagai kolega, tetapi sebagai sosok yang pernah menjadi mentornya di awal karier.

"Dia... dia tidak sedang melakukan prosedur medis. Dia sedang memastikan pasien itu tetap terjaga," gumam Aris, suaranya parau.

"Bukan hanya itu," sahut Raka, suaranya bergetar. "Aku sudah menyalin log ini sejak lama sebagai asuransi hidupku. Tapi lihat ini, Aris." Raka mengarahkan kursor ke sebuah baris log yang baru saja muncul. "Sistem baru saja mencatat namaku mengakses folder terlarang ini. Baskoro tahu. Dia sedang melacak koneksi kita sekarang."

Di saat yang sama, ponsel di saku Aris bergetar hebat. Itu pesan dari Maya, produser siaran langsung yang kini memegang fragmen bukti pertama. Pesan itu singkat, namun sarat ancaman: Pihak rumah sakit baru saja mengirimkan peringatan hukum. Mereka tahu aku memegang sesuatu. Mereka akan memutus siaran ini dalam hitungan menit.

Aris menatap layar server yang kini mulai memerah total. Pintu ruang server bergetar, suara langkah kaki keamanan gedung terdengar mendekat dari balik pintu baja. Ia terjebak. Bukti visual ada di tangannya, namun Baskoro telah menutup semua jalur keluar.

"Raka, hapus jejakmu. Biarkan mereka melacakku," perintah Aris, mengambil flash drive yang berisi salinan data tersebut.

"Kau gila? Kau akan habis!"

"Aku sudah habis sejak aku membuka berkas Ny. Ratna," potong Aris. Ia menatap wajah di layar sekali lagi—wajah yang kini tampak menatap balik ke kamera, seolah tahu bahwa meski ia menghapus jejak, kebenaran itu telah terlanjur terekam dalam sistem yang tidak bisa mereka kendalikan sepenuhnya.

Aris menarik napas dalam, bersiap untuk berlari ke arah yang ia tahu akan menjadi akhir dari kariernya, atau awal dari kehancuran Baskoro. Di luar, suara pintu ruang server mulai didobrak paksa.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced