Novel

Chapter 12: Dokter yang Kembali Berkuasa

Arga berhasil mengamankan restoran Wiranata, menjatuhkan Rafi Kencana melalui bukti medis, dan mengambil alih kendali penuh atas aset keluarga, sekaligus bersiap menghadapi ancaman konglomerat yang lebih besar di masa depan.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Dokter yang Kembali Berkuasa

Udara di dapur Rumah Makan Wiranata masih menyisakan aroma tajam pembersih lantai, menutupi bau kaldu yang sempat membusuk akibat sabotase. Jam dinding menunjukkan pukul 04.00 pagi. Arga Pratama berdiri di depan meja stainless, menatap Hendra dan Maya yang kini tampak seperti bayang-bayang dari masa lalu mereka sendiri.

Di atas meja, map berisi bukti audit dan rekam medis yang menghubungkan Klinik Medika Utama dengan sindikat sabotase properti tergeletak terbuka. Hendra, yang biasanya angkuh, kini hanya bisa menatap lantai. Ponselnya terus bergetar—pesan dari pengacara yang menyatakan bahwa aset pribadinya telah dibekukan oleh kepolisian.

"Kalian tidak lagi memiliki hak atas dapur ini," suara Arga memecah keheningan, dingin dan final. "Kalian menjual integritas keluarga demi keuntungan jangka pendek dengan Tuan Rafi. Sekarang, Rafi sudah di tangan polisi, dan kalian hanya menunggu giliran untuk dimintai keterangan atas keterlibatan dalam distribusi suplai ilegal."

Maya mencoba membuka mulut, namun Arga memotongnya dengan tatapan tajam. "Jangan bicara soal citra. Citra kalian mati saat kalian membiarkan tamu VIP mengalami syok anafilaksis demi menyingkirkanku dari restoran ini. Dr. Nadia sudah menyerahkan seluruh bukti klinis ke pihak berwenang. Tidak ada lagi ruang untuk negosiasi."

Arga melangkah menuju brankas besar di sudut dapur. Dengan satu gerakan presisi, ia memasukkan kode akses yang selama ini disembunyikan Hendra. Pintu brankas terbuka, memperlihatkan tumpukan dokumen kepemilikan yang sah. Arga mengambil alih kendali administratif penuh. Ia bukan lagi menantu yang dibuang; ia adalah pemilik yang memegang kendali atas warisan yang hampir hancur.

Di UGD, kabar baik datang melalui pesan singkat dari Dr. Nadia: pasien VIP telah stabil setelah tindakan koreksi yang Arga instruksikan. Keberhasilan medis ini menjadi paku terakhir pada peti mati reputasi Rafi Kencana. Publik kini tahu bahwa Wiranata bukanlah restoran yang lalai, melainkan korban dari konspirasi medis yang lebih besar.

Arga berjalan keluar menuju pintu depan restoran. Matahari mulai menyentuh atap seng, menyinari papan nama Wiranata yang kini terlihat lebih kokoh. Ia menatap jalanan kota yang mulai sibuk. Ia tahu, kejatuhan Rafi Kencana hanyalah puncak gunung es. Ada konglomerat yang lebih besar di balik sindikat klinik tersebut, dan mereka pasti sedang mengawasi langkahnya sekarang.

Namun, Arga tidak gentar. Ia telah menyiapkan fondasi yang kuat. Dengan bukti yang ia miliki, ia tidak hanya menyelamatkan restoran, tetapi juga memegang senjata untuk membongkar jaringan malpraktik di seluruh kota. Arga berdiri di dapur tua itu, kini sebagai pemilik sah, menatap masa depan yang baru saja ia tulis ulang. Ia bukan lagi pelayan atau menantu yang dibuang. Ia adalah arsitek dari kebangkitan yang telah ia rencanakan sejak hari pertama ia diusir. Wiranata akan kembali menjadi ikon, bukan lagi sebagai restoran yang menjual citra, melainkan sebagai tempat di mana presisi dan kejujuran menjadi menu utamanya.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced