Keputusan Terakhir
Layar monitor 14 inci di sudut warnet kumuh itu berkedip, menampilkan bar progres pengunggahan yang membeku di angka 46%. Aris menekan tombol refresh dengan jemari gemetar, namun koneksi satelit darurat yang ia retas dari menara pemancar terdekat justru melambat. Di luar, aroma hujan bercampur polusi jalanan menyusup melalui celah jendela yang pecah, membawa serta suara mesin mobil yang melambat di depan bangunan kumuh ini.
"Data itu tidak bergerak, Aris," bisik Dian. Suaranya datar, namun matanya yang tajam terus memindai pergerakan di
Preview ends here. Subscribe to continue.