Konfrontasi di Labirin
Alarm frekuensi tinggi melengking, memekakkan telinga. Lampu darurat berkedip merah, menyapu dinding beton fasilitas medis Lane dengan ritme yang menyiksa. Udara di lorong bawah tanah ini terasa tipis, berbau ozon dan bahan kimia pemadam yang disemprotkan sistem self-destruct untuk melenyapkan jejak. Aris menatap layar ponselnya yang retak: 95 jam 42 menit tersisa. Waktu bukan lagi sekadar angka, melainkan jerat
Preview ends here. Subscribe to continue.