Enam Hari Menuju Penghapusan
Layar monitor di Sektor 7 berkedip, memancarkan cahaya biru pucat yang menyapu wajah Aris. Di sini, di sudut paling mati Kantor Arsip Kepolisian Pusat, udara selalu terasa seperti tumpukan kertas basah dan debu yang dipaksakan untuk tetap diam. Aris tidak sedang bekerja; dia sedang mencuri.
Jemarinya menari di atas tuts yang sudah menguning, menembus lapisan enkripsi berlapis yang seharusnya hanya bisa diakses oleh perwira tinggi. Di depannya, barisan kode transaksi keuangan keluarga besar Suryokusumo melintas—sebuah detak jantung digital y
Preview ends here. Subscribe to continue.