Ledger yang Berlumur Darah
Alarm kebakaran di lantai empat ruang arsip menjerit, memecah kesunyian birokrasi yang menyesakkan. Aris tidak menunggu petugas keamanan. Ia tahu detektor asap di ruangan ini terhubung langsung ke server pusat—sistem yang kini telah menguncinya sebagai buronan. Dengan napas memburu, ia berlari menyusuri lorong beton yang berbau debu dan kertas tua, mengabaikan peringatan otomatis yang menggema dari pengeras suara di langit-langit. Sisa waktu di jam digital yang terpatri di benaknya kini menunjukkan 62:59:12. Setiap detik adalah ancaman yang nyata.
Aris berbelok tajam menuju ruang penyimpanan fisik terdalam, area yang jarang disentuh karena
Preview ends here. Subscribe to continue.