Siaran Kematian di Layar Kaca
Monitor di ruang arsip kepolisian itu berkedip, memuntahkan statis sebelum menampilkan gambar yang seharusnya tidak ada dalam sistem internal. Aris meletakkan cangkir kopinya yang sudah dingin, matanya menyipit menatap deretan piksel yang membentuk sebuah ruangan remang-remang. Di sana, seorang pria—wajahnya tertutup bayangan—memegang sebuah relik logam kuno yang tampak berkarat, namun memancarkan pendar cahaya biru yang tidak wajar. Di atas objek itu, sebuah hitungan mundur digital berwarna merah menyala dengan angkuh: 72:00:00.
"Sampah," gumam Aris. Tangannya bergerak lincah di atas keyboard yang lengket oleh debu, mencoba menekan tomb
Preview ends here. Subscribe to continue.