Novel

Chapter 8: Rencana Cadangan Bram

Aris melumpuhkan serangan fisik suruhan Bram dengan efisiensi tinggi, lalu menggunakan bukti transaksi ilegal untuk membekukan sisa aset Bram secara permanen. Aris menyadari bahwa Bram hanyalah pion dari kekuatan yang lebih besar.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Rencana Cadangan Bram

Basement PT. Cakrawala Medika tidak lagi terasa seperti tempat parkir; bagi Aris, ini adalah ruang tunggu bagi mereka yang sudah kalah. Udara berbau oli dan debu beton yang menyesakkan, namun langkah Aris tetap tenang. Ia baru saja mengunci rapat struktur kepemilikan perusahaan, memutus akses Bram ke setiap celah dana yang tersisa. Saat ia mencapai mobilnya, lampu neon di atas berkedip sekali sebelum mati total, menyisakan kegelapan pekat.

"Sudah kubilang, jangan terlalu percaya diri dengan dokumen legal itu, Aris," sebuah suara berat memecah keheningan. Tiga pria berjaket kulit muncul dari balik pilar beton, tangan mereka menggenggam pipa besi dan pisau lipat. Aris tidak menoleh. Ia tetap berdiri tegak, memunggungi mereka dengan bahu yang rileks. "Bram tidak cukup pintar untuk mengirim profesional. Dia hanya mengirim anjing peliharaan yang lapar, bukan?"

Tanpa peringatan, pria di sisi kiri mengayunkan pipa besi ke arah kepala Aris. Dalam sepersekian detik, Aris berbalik. Gerakannya cair dan tak terbaca. Sebelum pipa itu mencapai target, Aris sudah memotong jarak, menghantam titik saraf di pergelangan tangan penyerangnya hingga pipa besi itu jatuh berdenting di lantai. Dengan satu tendangan presisi ke lutut, pria itu ambruk. Dua lainnya menerjang bersamaan, namun Aris bergerak seperti bayangan, melumpuhkan lawan dengan efisiensi yang mengerikan hingga mereka terkapar tak berdaya di atas beton dingin. Aris meninggalkan mereka di sana, sebuah pesan bisu untuk Bram bahwa permainan kasar telah berakhir.

Di dalam mobil, suasana hening mencekam. Maya duduk terpaku, matanya tertuju pada noda darah di bahu kemeja putih Aris. "Siapa mereka sebenarnya, Aris?" suara Maya bergetar. "Kau melumpuhkan mereka seolah-olah itu rutinitas pagi."

Aris tidak menoleh, fokusnya tajam pada jalanan. "Mereka adalah anjing peliharaan Bram. Ketika pria yang terbiasa hidup mewah kehilangan akses ke rekeningnya, dia akan melakukan hal-hal yang tidak rasional." Aris menekan tombol dasbor, memproyeksikan log transaksi terenkripsi ke layar navigasi—bukti transfer dana ilegal dari rekening luar negeri Bram kepada jaringan kriminal lokal. "Ini alasan kenapa dia menyewa mereka. Bram mencoba menutupi defisit tender medis dengan uang haram. Dia sudah kalah, Maya. Sekarang, dia hanya sedang putus asa."

Maya menatap data itu, menyadari bahwa suaminya bukan lagi beban, melainkan pelindung yang berbahaya. Sesampainya di ruang kerja, Aris segera membekukan sisa likuiditas Bram. Jari-jarinya menari di atas papan ketik, memotong alur transaksi yang diakses Bram dari server luar negeri. Saat Bram mencoba memindahkan sisa uang ke rekening anonim, Aris membalikkan jejak digital itu langsung ke server Kejaksaan Agung. Notifikasi freeze otomatis muncul di semua perangkat Bram. Akses perbankan, kartu kredit, hingga dana daruratnya kini terkunci rapat.

Tak lama, ponsel Aris bergetar. Sebuah pesan dari nomor yang diblokir: 'Maya tidak akan aman. Ini baru permulaan.' Aris menekan tombol panggil. Suara Bram terdengar melengking di seberang, penuh keputusasaan. "Kau pikir kau menang, Aris? Kau hanyalah pion kecil yang beruntung. Begitu mereka tahu kau mencampuri urusan ini, hidupmu akan berakhir!"

Aris menatap layar dengan dingin. "Bram, berhentilah berpura-pura menjadi pemain utama. Aku sudah melihat dokumen audit yang kau sembunyikan. Dan aku tahu kau hanyalah pion dari taipan yang jauh lebih besar. Jika kau ingin selamat, kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang." Aris menutup telepon, menyadari bahwa musuh sebenarnya baru saja mulai mengintip dari balik bayang-bayang.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced