Kompensasi Emosional
Serpihan kertas di atas meja mahoni itu bukan sekadar sampah; itu adalah sisa-sisa kontrak yang selama ini menjadi rantai Aruna. Bramantya baru saja merobeknya di depan Nyonya Ratna, sebuah tindakan yang memutus ikatan hukum namun sekaligus melepaskan badai yang lebih besar. Aruna berdiri di dekat jendela, menatap cakrawala Jakarta yang mulai menggelap, merasakan dinginnya AC yang menusuk kulit.
"Ini
Preview ends here. Subscribe to continue.