Novel
Chapter 7: Chapter 7
Arjuna Pratama menghadapi tekanan tajam dari Haryo Wibowo dan dewan pengembang pesisir di ruang rapat kaca, dengan palu lelang sebagai simbol dominasi untuk memaksa penundaan tender Blok Pesisir Timur. Haryo melancarkan ancaman pribadi terhadap reputasi keluarga Pratama, khususnya Mira, yang foto lama kuliahnya disebar sebagai senjata. Sementara itu, Nadya Sari bergulat dengan dilema moral antara loyalitas kepada elit dan simpati pada Arjuna, hingga mengirim pesan rahasia yang membuka peluang aliansi. Di rumah, Mira menerima salinan USB rekaman tender sebagai dukungan kuat pada Arjuna. Konflik keluarga dan bisnis semakin rumit, dengan Mira menjadi kunci utama dukungan dan motivasi Arjuna untuk menghadapi tekanan yang kian intens di tender berikutnya.