Harga Sebuah Akses (120 Jam Tersisa)
Bau apak kertas tua yang membusuk di gudang arsip kepolisian ini menyesakkan, namun bagi Aris, itu adalah satu-satunya aroma kebenaran yang tersisa. Di depannya, Maya berdiri mematung, jemarinya gemetar hebat di atas terminal yang sudah usang. Layar monitor berkedip pelan, menampilkan deretan file yang dikunci oleh protokol tingkat tinggi.
"Sistem mendeteksi akses tidak sah, Aris," bisik Maya, suaranya nyaris hilang ditelan dengung kipas pendingin ruangan. "Jika aku teruskan, mereka akan tahu aku yang membukanya. Utang keluargaku—sistem akan menyita segalanya begitu mereka men
Preview ends here. Subscribe to continue.