Novel
Chapter 3: Nama Lama yang Dibuka, Komunitas yang Tak Boleh Terserak
Nara, Bude Sari, dan Raka membuka panel rahasia di ruang belakang sebelum Pak Arman masuk, dan Nara menemukan bukti lengkap berupa map kain yang memuat nama keluarga Lim, alamat setengah, jalur bantuan, dan nama penghubung aktif. Raka mengaku tekanan utang dan ketergantungan komunitas lebih luas dari yang ia tunjukkan, sementara Nara akhirnya menyebut dirinya bagian dari keluarga dan mengambil alih beban itu tepat saat pembeli kembali menekan. Nara memaksa pengakuan di meja dapur dengan bukti lengkap: map kain, alamat setengah, dan nama penghubung aktif. Bude Sari akhirnya mengakui nama lama Lim dan alasan Nara disembunyikan. Tante Mei menjelaskan jaringan bantuan diaspora yang dulu hidup lewat rumah itu. Raka retak lebih dulu dan memutuskan memanggil Pak Arman untuk melihat bukti, tetapi justru itu menambah ancaman. Nara menerima tanggung jawab sebagai bagian dari beban keluarga, bukan lagi orang luar. Di serambi depan pada hari keempat, Pak Arman datang membawa dokumen final penjualan. Nara, Bude Sari, Raka, dan Tante Mei memperlihatkan bahwa kain tua dari ruang belakang adalah peta jalur bantuan diaspora dengan alamat setengah dan nama penghubung aktif. Raka mengakui tekanan utang yang lebih luas, lalu Nara menyebut dirinya anak Lim di depan Pak Arman, mengambil beban keluarga secara resmi dan memutus posisinya sebagai orang luar. Pak Arman mundur satu langkah, tetapi kini memandang Nara sebagai ancaman baru.